Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

07 April, 2011

Umami; Rasa ke - 5 setelah , Manis, Asin, Asem dan Pahit


Akseptabilitas makananKetika kita mencicipi makanan, kita merasakan sensasi kelezatan dengan  menggunakan kelima indra kita, terutamanya penciuman, penglihatan dan sentuhan. Tentu saja, rasa adalah factor penentu.
Faktor penentu akseptabilitas kita terhadap suatu makanan adalah rasa, yaitu manis, asam, asin, pahit dan “umami”, atau yang dikenal sebagai rasa dasar. Sebuah rasa dasar adalah rasa yang berbeda yang tidak dapat diciptakan meskipun dengan cara mengkombinasikan rasa-rasa lainnya.
Rasa dasar umami ditemukan di tahun 1908 oleh Dr. Kikunae Ikeda. Dia meneliti rasa dari kombu dashi (kaldu rumput laut), dan menemukan komponen rasa utamanya adalah glutamat. Dia menamakan rasa tersebut sebagai “umami”.

28 Desember, 2010

Mengenal berbagai jenis Vitamin


Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Tanpa vitamin manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat melakukan aktifitas hidup dan kekurangan vitamin dapat menyebabkan memperbesar peluang terkena penyakit pada tubuh kita.
Vitamin berdasarkan kelarutannya di dalam air :
- Vitamin yang larut di dalam air : Vitamin B dan Vitamin C
- Vitamin yang tidak larut di dalam air : Vitamin A, D, E, dan K atau disingkat Vitamin ADEK.

22 November, 2010

Laut Mati




 
Laut Mati adalah danau yang membujur di daerah antara Israel, Daerah Otoritas Palestina danYordania. Di 417,5 m di bawah permukaan laut, merupakan titik terendah di permukaan bumi. Laut mati terletak pada perbatasan antara Yordania dan bagian barat Palestina, laut mati memiliki titik terendah di bumi pada 1.300 kaki (400m) di bawah permukaan laut. Secara geologi laut mati terbentuk tiga juta tahun yang lalu ketika timbul retakan kecil padaJordan Riff Valley dimana air laut masuk dan terkumpul, iklim kering dan evaporasi tinggi meningkatkan konsentrasi mineral dalam air  Garam, kapur dan gypsum terdapat pada sepanjang retakan ini dan membentuk danau dengan kandungan garam tertinggi.danau ini dinamakan laut mati karena tidak ada bentuk kehidupan yang dapat bertahan dalam air garam ini.

18 November, 2010

Aneka Susu

Susu biasanya dikenal sebagai minuman penguat tulang dan gigi karena kandungan kalsium yang dimilikinya. Tetapi, sebenarnya ada banyak kandungan nutrisi yang ada, misalnya fosfor, zinc, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, vitamin B2, asam amino dan asam pantotenat. Tentu kandungan nutrisi ini bermanfaat untuk menunjang kesehatan tubuh Anda.

Madu

madu3
Madu adalah cairan yang lengket dan manis yang dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga.

09 November, 2010

Gunung Lumpur di Jawa


Para ahli geologi menyatakan bahwa potensi gunung lumpur (mud vulcano) membentang luas di daratan Pulau Jawa, sehingga di wilayah itu rentan terjadi semburan lumpur seperti yang terjadi di Sidoarjo, Jatim.

Staf Ahli geologi BP Migas Awang Harun Satyana mengatakan, terdapat jalur rentetan gunung lumpur yang terbentang luas dari Bogor hingga Sidoarjo.

"Masyarakat mungkin tidak akan pernah lupa terhadap kejadian fenomenal semburan lumpur yang terjadi di wilayah Jawa Timur itu, bahkan setelah dua tahun, lumpur Sidoarjo terus menyembur tanpa henti," ujarnya.

30 Oktober, 2010

Krakatau Dulu dan Kini

Krakatau Kini
Sejarah krakatau

Pada mulanya Pulau Krakatau besar yang biasa kita sebut dengan nama Gunung Krakatau adalah sebuah gunung (Gunung Krakatau purba) yang memiliki ketinggian sekitar 2000 mdpl dengan lingkaran pantainya sekitar 11 km dan radius sekitar 9 km2.

28 Oktober, 2010

Type Letusan Gunung Berapi

Berdasarkan kekentalan magma, tekanan gas, kedalaman dapur magma, dan material yang dikeluarkannya, letusan gunung api dibedakan menjadi beberapa tipe, yaitu:

Merapi Dan Wedhus Gembel

Pegunungan menjadi tempat wisata yang nyaman karena udaranya sejuk. Di puncaknya, lazimnya berkumpul uap air hingga terbentuk awan hujan. Namun, ketika gunung tengah aktif, yang muncul dari lubang kepundannya adalah awan panas yang berbahaya dan mematikan.
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, panorama pegunungan merupakan hal yang umum ditemui, termasuk juga ketika gunung itu tengah mengepul. Ini karena wilayah Nusantara merupakan bagian terpanjang dari ”cincin api” atau jajaran gunung berapi di sekeliling cekung Pasifik dan memiliki 129 gunung api.

24 Oktober, 2010

Jenis-jenis Batuan

BATUAN
Batuan trsusun dr bingkahan keras 1jenis mineral/lebih. Batu terjadi secara alamiah & mmbentuk lapisan kulit bumi. Tanah adlh batuan dlm bntuk bubuk yg tercampur dg bahan2 organic dr tumbuhan & binatang. Para ahli geologi menggolongkan batuan dlm 3 kelompok penting yaitu 1. batu beku, 2. batu endapan, 3. dan batu metamorfis.Mnurut cara bauan itu terbentuk. Jenis batuan yg brbeda trdiri dr mineral yg brlainan pula.

23 Oktober, 2010

Setting Modem ZTE Speedy

Berikut ini adalah hasil pembelajaran memasang modem ZTE ZXDSL 831A 

20 Oktober, 2010

Prediksi Kiamat Mungkin Tak Akurat

Kalender Maya
 Menurut studi yang dilakukan oleh peneliti dari UC Santa Barbara, prediksi kiamat pada 21 Desember 2012 berdasarkan kalender Suku Maya tidak akurat. Kejadian menyeramkan seperti dalam film 2012 tidak bakal terjadi.

Kalender mesoamerika, yang digunakan Suku Maya, tidak pernah terang-terangan menyebutkan kalau dunia akan berakhir pada suatu tanggal. Lalu kenapa bisa muncul teori konspirasi tentang kiamat?

Suku Maya, yang hidup pada 250-900 Masehi, punya beberapa kalender. Salah satu kalender mereka terlalu singkat karena tidak bisa mencatat kejadian yang terjadi dalam jarak 52 tahun, baik di masa lampau maupun masa depan. Waktu 52 tahun itu didasarkan pada siklus sebuah generasi. Suku Maya berusaha membuat kalendar untuk menggantikan kalendar yang disebut dengan "Calendar Round".

Mereka membuat kalender bernama "Long Count" yang perhitungannya berakhir setelah 5.126 tahun. Suku Maya memulai perhitungan Long Count pada tahun 3114 Sebelum Masehi. Nah, menurut perhitungan, kalender itu akan habis masanya pada tahun 2012 Masehi. Setelah perhitungan lebih lanjut, siklus pertama kalender itu akan berakhir pada tanggal 21 Desember.

Menerjemahkan kalender kuno ke kalender modern (Gregorian) merupakan masalah. Para ilmuwan harus mencari beberapa kejadian yang sama dan menempatkan semua kejadian pada kedua kalender. Dengan demikian, kedua kalender dapat dibandingkan.

Pencarian kejadian ini ternyata jadi masalah juga. Suku Maya merupakan ahli astronomi. Mereka mencatat fase bulan, merekam gerhana, bahkan melacak gerakan Venus. Para pemerhati Suku Maya menggunakan faktor penghubung yang disebut dengan GMT, yang merupakan singkatan dari para peneliti yang membuat faktor tersebut-Joseph Goodman, Juan Martinez-Hernandez, dan J. Eric S. Thompson. GMT menggunakan bukti astronomi, arkeologi, dan sejarah untuk menghubungkan Long Count dengan Gregorian.

Menurut Gerardo Aldana dari UC Santa Barbara mengatakan, "Akurasi bukti astronomi yang tercatat pada peninggalan Suku Maya dan teks kolonial masih tidak meyakinkan. Misidentifikasi kejadian astronomi sangat mungkin terjadi."

Aldana memberi contoh pemberian tanggal perang oleh pemimpin Dos Pilas, sebuah situs Suku Maya yang sekarang Guatemala. Sang pemimpin menentukan tanggal berdasarkan kemunculan Chak Ek'. Johan Normark, peneliti dari Department of Archaeology and Classical Studies, Stockholm University, menyebutkan kalau Chak Ek' dipercaya sebagai Venus. Dalam penelitian Aldana, Cak Ek' direferensikan sebagai meteor.

Perbedaan pada suatu kejadian membuat ada ketidaksesuaian pada penghubungan dua kalender. Kaitkan hal ini dengan hari kiamat-21 Desember 2012 bisa jadi bukan hari kiamat.KOMPAS.com

19 Oktober, 2010

Mengenal Lampu LED, HID, Halogen, Merkuri, TL, Bohlam

Lampu LED dengan Backup BatteryLED adalah generasi terbaru lampu signal sebagai pengganti bola lampu pijar atau halogen, yang telah banyak dipakai oleh hampir seluruh kota-kota besar di negara maju, keunggulan dari lampu LED adalah :
  • Umur nyala lebih lama
  • Secara teknis nyala lampu LED = 100.000 jam jika dipakai untuk traffic light bergantian Merah, Kuning, dan Hijau maka sehari rata-rata menyala selama 8 jam, maka umur nyala 100.000 : 8 : 365 = ± 34 tahun.
  • Tidak memerlukan perawatan.
  • Pemakaian daya kurang dari 10 watt.
  • Sinar lebih kuat.
  • Distribusi sinar lebih merata.
  • Dapat dipasang pada semua jenis box lampu traffic light dengan ukuran yang sama.
  • Terdapat 2 ukuran yaitu : 200 mm dan 300 mm
  • Module LED (Merah, Amber, Hijau)

13 Oktober, 2010

Apa Itu Zat Pengawet Methyl P-Hydroxybenzoate?


Produk mie instan milik Indomie dicekal di Taiwan dan Hong Kong karena alasannya menggunakan Methylparaben atau Methyl P-Hydroxybenzoate  sebagai pengawetnya.
Apa itu zat pengawet E218? Benarkah berbahaya?
Departemen Kesehatan dan badan pengawas makanan di Taiwan melakukan razia di sejumlah supermarket untuk menarik produk Indomie sejak pekan lalu.
Departemen Kesehatan Taiwan beralasan Indomie menggunakan zat pengawet Methyl P-Hydroxybenzoate yang tidak boleh digunakan untuk makanan. Di Taiwan zat ini hanya digunakan untuk produk kosmetik agar tidak berjamur.
Seperti apa sebenarnya Methyl P-Hydroxybenzoate itu?

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration (FDA) seperti dilansir Ehow, Senin (11/10/2010) memasukkan Methyl P-Hydroxybenzoate sebagai zat pengawet yang aman.
Bahan ini memang diperbolehkan untuk digunakan pada produk kosmetik, produk farmasi atau obat serta produk makanan.
1. Penggunaan untuk kosmetik
Selama lebih dari 80 tahun, metil telah digunakan sebagai pengawet dalam industri kosmetik yang sering ditemukan pada pelembab wajah, produk anti-penuaan, pewarna rambut, produk pemutihan kulit, gel cukur, pembersih wajah, spray, shampo dan conditioner, maskara, eye shadow dan alas bedak.
2. Penggunaan untuk farmasi
Dalam industri farmasi, metil telah digunakan untuk melindungi obat sejak 1924. Metil digunakan untuk anti-bakteri seperti pada antibiotik topikal, kortikosteroid dan obat tetes mata. Beberapa antibiotik seperti penggunaan methylparaben pada penisilin mencegah kontaminasi mikroorganisme.

3. Penggunaan untuk makanan

Karena sifatnya yang anti jamur, metil digunakan sebagai penghambat ragi dalam produk makanan. FDA mengatakan produk ini aman digunakan dalam jumlah kecil. Pada makanan metil ditemukan pada berbagai produk susu beku, minyak dan lemak, selai, sirup dan bumbu-bumbu.
Sebagai pengawet makanan, FDA menggolongkan Methylparaben dalam kategori Generally Recognized as Safe (GRAS). Artinya, bahan kimia ini bisa dan aman untuk digunakan pada sebagian besar produk makanan.
Sebagai pengawet makanan, Methylparaben memiliki keunggulan dibanding pengawet lain yaitu lebih mudah larut air. Oleh karenanya, senyawa ini sering dipakai karena dinilai lebih aman saat terlibat kontak dengan cairan.
Kelebihan lainnya, Methylparaben tidak hanya mencegah pertumbuhan bakteri pada makanan instan dan awetan. Lebih dari itu, senyawa ini juga bisa membantu menjaga kestabilan rasa sehingga makanan dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama.
Di dalam tubuh, senyawa ini juga relatif aman karena mudah dimetabolisme. Karena mudah diserap, baik melalui saluran pencernaan maupun kulit, senyawa ini juga lebih cepat dikeluarkan dari dalam tubuh.
Dalam penggunaan untuk kosmetika, Methylparaben jarang menimbulkan iritasi meski dapat memicu alergi pada sebagian orang. Senyawa ini tergolong senyawa non-toxic, yang tidak beracun sekalipun terserap melalui permukaan kulit maupun pencernaan.
Meski ada beberapa penemuan soal bahaya metil namun hingga kini penemuan tersebut belum sepenuhnya diuji. Penelitian Cosmetic Safety Database metil telah dikaitkan dengan kanker, alergi, gangguan endokrin, keracunan atau perubahan tingkat sel. Namun penemuan ini masih harus dibuktikan.

Sementara beberapa penelitian menunjukkan metil dapat bereaksi dengan paparan ultraviolet B sehingga mengakibatkan peningkatan kerusakan DNA dan penuaan kulit. Namun seperti ditegaskan FDA sepanjang jumlah yang dipakai tidak melebihi dosis produk ini cukup aman.

Nama IUPAC Methyl 4-hydroxybenzoateNama lain :
Metil paraben;Methyl p-hydroxybenzoate;Metil parahydroxybenzoate;Nipagin M;E nomor E218; Tegosept; MycoctenPengidentifikasiNomor CAS 99-76-3 YesYPubChem 7456
Rumus molekul C8H8O3Massa molar 152,15 g mol-1Terkait senyawaTerkait Parabens EthylparabenPropil ButylparabenTerkait senyawa Metil salisilat (orto isomer)


 
Methyl p-hydroxybenzoate adalah agen anti jamur sering digunakan dalam berbagai kosmetik dan produk perawatan pribadi. Hal ini juga digunakan sebagai pengawet makanan dan memiliki nomor E E218.Methyl p-hydroxybenzoate umumnya digunakan sebagai fungisida di media makanan Drosophila. Penggunaan metil dikenal untuk memperlambat laju pertumbuhan Drosophila pada tahap larva dan kepompong.[Sunting] Keselamatan
Metil diproduksi secara alami dan ditemukan dalam beberapa buah-buahan, terutama blueberry, bersama dengan parabens lain. Tidak ada bukti bahwa metil atau propylparabens berbahaya pada konsentrasi yang biasanya digunakan dalam perawatan tubuh atau kosmetik. [1] methyl dan propylparabens dianggap GRAS (umumnya dianggap aman) untuk makanan dan pengawetan antibakteri kosmetik [2] Metil adalah. Mudah dimetabolisme oleh bakteri tanah umum, sehingga benar-benar terurai.
Methyl p-hydroxybenzoate siap diserap dari saluran pencernaan atau melalui kulit. Hal ini dihidrolisis menjadi asam p-hidroksibenzoat dan cepat dikeluarkan tanpa akumulasi dalam tubuh  Akut penelitian telah menunjukkan bahwa keracunan Methyl p-hydroxybenzoate secara praktis tidak beracun oleh oral dan parenteral  Dalam sebuah populasi dengan kulit normal, Methyl p-hydroxybenzoate praktis non-iritasi dan non-sensitif, namun reaksi alergi terhadap paraben tertelan telah dilaporkan Studi menunjukkan bahwa Methyl p-hydroxybenzoate diterapkan pada kulit dapat bereaksi dengan UVB yang menyebabkan penuaan kulit meningkat dan kerusakan DNA.

Methylparaben
Identifiers
CAS number 99-76-3 YesY
PubChem 7456
SMILES
Properties
Molecular formula C8H8O3
Molar mass 152.15 g mol−1
Related compounds
Related Parabens Ethylparaben
Propylparaben
Butylparaben
Related compounds Methyl salicylate (ortho isomer)
 YesY (what is this?)  (verify)
Except where noted otherwise, data are given for materials in their standard state (at 25 °C, 100 kPa)
Infobox references

23 Agustus, 2010

Ngunyah Permen Karet Bikin Sering Kentut?

Mengunyah permen karet memang bisa mengusir rasa bosan dan mengantuk. Namun, tahukah Anda bahwa terlalu sering mengunyah permen karet bisa menyebabkan kita sering kentut?
Ketika mengunyah permen karet, tanpa sadar kita akan lebih banyak menelan dan sebagian besar yang ditelan adalah udara. Selain itu, pemanis buatan, seperti sorbitol yang biasa dipakai pada permen karet, juga bisa menimbulkan gas di perut.
Menurut Fred Cicetti, praktisi kesehatan, kebanyakan orang memproduksi sekitar setengah galon gas setiap hari. Oksigen, karbondioksida, dan nitrogen yang berasal dari udara yang tertelan merupakan bagian terbesar dari kentut. Hasil fermentasi makanan di usus juga akan memproduksi hidrogen dan metana.
Bau tidak sedap dari kentut merupakan akibat dari sisa gas, seperti hidrogen sulfida dan senyawa-senyawa lain yang diproduksi dari hasil pembusukan makanan di usus.
Manusia mengeluarkan gas lewat dua cara, yakni saat bersendawa dan kentut. Ketika kita menelan udara dan tidak keluar saat bersendawa, udara itu akan turun melewati usus dan keluar lewat rektum. Separuh dari gas yang keluar lewat rektum berasal dari udara yang tertelan.
Normalnya, seseorang mengeluarkan gas sekitar 10 kali setiap hari. Buang gas hingga 12 kali sehari masih dikategorikan normal.
KOMPAS

Waspadai Kontaminasi Bakteri pada Telur


 Telur merupakan salah satu sumber pangan dengan kandungan protein dan nutrisi esensial yang dibutuhkan manusia. Namun, di balik penampilan kulit yang tampak mulus, telur ternyata mudah rusak akibat bakteri, antara lain oleh bakteri salmonela. 

Baru-baru ini ribuan orang di Amerika Serikat dilaporkan terjangkit penyakit akibat wabah salmonela setelah mengonsumsi telur. Salmonela sendiri bisa menyebabkan diare, kram perut, dan demam dalam jangka waktu 8-72 jam pasca-mengonsumsi telur yang tercemar bakteri. 

Berdamai dengan Zat Kimia Beracun



Hidup steril tanpa pestisida, rasanya mustahil. Padahal, zat kimia yang masuk ke dalam tubuh lewat tanaman dan hewan ini tak bisa keluar begitu saja. Simak tips di bawah ini agar hidup tetap aman bersama pestisida.
Pada dasarnya, sayur dan buah memiliki komponen tersendiri yang berguna melindungi diri terhadap hama. Namun, mengandalkan zat dari tanaman itu sendiri tidaklah cukup. Oleh sebab itu, muncul kebutuhan akan pestisida, untuk membunuh hama yang merusak atau mengganggu tanaman dan hewan. Pestisida terdiri dari kata pes yang berarti hama penyakit, dan sida yang artinya membunuh.
Jadi, pestisida adalah bahan-bahan kimia, baik alami maupun sintetis, yang digunakan untuk membunuh hama dan penyakit. Jenis pestisida bermacam-macam, tergantung dari apa yang akan dibasmi. Misalnya, herbisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk membasmi rerumputan, insektisida untuk membasmi serangga, fungisida untuk membunuh jamur, bakterisida untuk membasmi bakteri, dan sebagainya.
 Menurut Prof. Dr. Ir. Made Astawan, Ms., Kepala Bagian Biokimia Pangan Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian (IPB), Bogor, pestisida dibutuhkan petani agar saat dipanen, tanaman sayur dan buah tetap berkualitas baik. “Jika tidak diberi pestisida, tanaman bisa diserang hama dan penyakit. Akibatnya, petani gagal panen,” ujar Made.
Sayangnya, meski menguntungkan, pestisida ibarat pisau bermata dua. Bila jenis, cara, dan dosis yang digunakan secara tepat dan benar, pestisida akan menjadi sahabat bagi petani. Namun, bila ketiganya dilakukan secara salah dan tidak tepat aturan, hama yang akan dibasmi justru bisa kebal terhadapnya. Akibatnya, gen-gen dalam tubuh hama itu akan bermutasi dan menjadi tetap kebal pestisida, meski dosisnya sudah ditambah.
“Saat si hama beranak dan bercucu, mereka lebih kuat dan kebal. Akibatnya, petani jadi tambah royal memakai pestisida.” Dampaknya, lanjut Made, orang yang mengonsumsi sayuranlah yang dirugikan karena banyaknya residu (sisa) pestisida yang menempel di sayur dan buah yang dibeli. Sebab, Made mengingatkan, residu ini akan terbawa ke dalam tubuh bila sayuran dan buah itu dikonsumsi.
PERLU WAKTU LAMA
Pestisida, terang Made, bisa dipindahkan dari tubuh mahluk hidup ke mahluk hidup lainnya. Made mencontohkan, jika tanaman yang mengandung pestisida dimakan hewan, pestisida pindah ke dalam hewan itu. Ketika hewan itu dikonsumsi manusia, pestisida pindah ke tubuh manusia. Sayangnya, pestisida bukanlah sejenis senyawa kimia yang jika masuk ke dalam tubuh, bisa dikeluarkan begitu saja.
Sebaliknya, akan tertimbun di dalam tubuh. Namun, efeknya tak akan terasa seketika, melainkan butuh waktu lama, bahkan bisa bertahun-tahun. “Makin banyak kita makan makanan berpestisida, makin banyak pestisida yang terpapar dalam tubuh,” ujarnya.
Jika sudah sampai batas ambang tertentu, bisa menimbulkan dampak buruk pada tubuh. Antara lain, lanjutnya, muncul gangguan pada otak, penyakit tumor, kanker, bahkan, pada ibu hamil bisa mengakibatkan bayi lahir cacat. Bila pestisida yang terpapar kebanyakan adalah logam berat, bisa mengganggu sistem saraf. Banyaknya bayi yang lahir dengan berbagai kelainan, seperti autis, juga termasuk akibat dari timbunan komponen-komponen pestisida di dalam tubuh ibunya semasa hamil.
Perlu diingat, reaksi yang ditimbulkan setiap orang tidak sama, tergantung dari intensitas dan kadar pestisida yang terkonsumsi, serta bagaimana cara mengolah makanannya. Sebab, sistem kekebalan tubuh seseorang berbeda-beda. Kendati demikian, tak perlu terlalu khawatir atau hidup harus terlalu steril. Menurut Made, hidup terlalu steril pun justru membuat kita rentan terserang penyakit.
“Bisa-bisa, orang lain tetap sehat, sementara kita malah sakit, hanya gara-gara makan makanan di pinggir jalan, misalnya. Makan makanan instan pun, sesekali saja sih, boleh,” katanya lagi. Sebetulnya, ujar Made, pestisida bisa “disingkirkan” jika sistem rantai makanan berjalan dengan baik.
LENGKET DI PORI-PORI
Berdasarkan racunnya, menurut Made, pestisida dibagi dua, yaitu racun sistemik dan nonsistemik. Pada jenis sistemik, pestisida yang disemprotkan ke tanaman akan meresap ke seluruh bagian, termasuk daun, akar, dan buah. Sedangkan pada nonsistemik, racun hanya ada di permukaan saja, tidak menyebar. Menghilangkan racun pestisida nonsistemik cukup mudah, yaitu dengan mencucinya hingga bersih di air mengalir.
Made mencontohkan, bila tanaman sayur disirami dengan air got yang mengandung logam berat, air siramannya itu akan diserap akar dan tersimpan dalam tanaman. Pestisida yang menempel pada buah dan sayuran yang permukaannya licin, misalnya mentimun, lebih mudah dibersihkan dengan cukup dicuci. Namun, pada sayuran berpori-pori, lebih sulit karena racun lengket di pori-porinya.
Namun, buah dan sayur ini bisa dicuci dengan deterjen khusus bahan pangan. Sabun cuci ini efektif menghilangkan lemak yang menempel pada buah, sayuran, atau ikan. Asal tahu saja, pestisida lebih kuat menempel pada lemak. Menurut Made, buah yang perlu dikupas lebih dulu sebelum dikonsumsi seperti salak dan jeruk, pestisida yang dikandungnya tak seriskan buah yang langsung bisa dikonsumsi seperti apel atau pir.
Untuk menghilangkan pestisida jenis sistemik ini bisa dilakukan melalui pemanasan, misalnya direbus, dikukus, atau digoreng. Bahkan, mencelupkan buah dan sayuran ke dalam air panas pun bisa menghilangkan komponen pestisida tertentu hingga 90 persen. Dalam hal ini, proses memasak memang menjadi penting.
Sementara pada sayuran organik, yang ciri daunnya tak mulus, Made memaparkan, pembudidayaannya tak menggunakan unsur-unsur kimia, melainkan menggunakan obat hama berbahan alami, sehingga hama mudah menghampiri. “Jika bukan organik, harus diwaspadai jika daunnya terlalu mulus. Jangan-jangan, kadar pestisidanya tinggi,” tutur Made. Bahan-bahan alami yang bisa dijadikan pestisida, urai Made, misalnya cabai, jahe, lengkuas, atau tanaman yang rasa daunnya pahit. Bahan-bahan ini dibuat ekstrak, dicampur air, lalu disemprotkan ke tanaman.

20 Agustus, 2010

Amankah Melamin bagi manusia ?

Di banyak toko yang menjual perabot rumah tangga, peralatan makan dan minum yang disebut melamin relatif mudah ditemukan. Kalau sekitar tahun 1970-1980an melamin masih terbatas warna maupun coraknya, maka kini desain melamin bisa bersaing dengan barang pecah belah lainnya. Produk pecah belah melamin begitu banyaknya sehingga barang ini tak hanya bisa dibeli di toko tetentu, tetapi juga di pasar tradisional sampai di pedagang kaki lima.

Cikal bakal melamin dimulai tahun 1907 ketika ilmuwan kimia asal Belgia, Leo Hendrik Baekeland, berhasil menemukan plastik sintetis pertama yang disebut bakelite. Penemuan itu merupakan salah satu peristiwa bersejarah keberhasilan teknologi kimia awal abad ke-20. Pada awalnya bakelite banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan telepon generasi pertama. Namun, pada perkembangannya kemudian, hasil penemuan Baekeland dikembangkan dan dimanfaatkan pula dalam industri peralatan rumah tangga. Salah satunya adalah sebagai bahan dasar peralatan makan, seperti sendok, garpu, piring, gelas, cangkir, mangkuk, sendok sup, dan tempayan, seperti yang dihasilkan dari melamin.

MENGENAL BAHAYA MSG (MONOSODIUM GLUTAMAT) TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT


 glutamtmonosodium glutamatMSG dikenal masyarakat sebagai bumbu masak penting. Fungsinya adalah sebagai penyedap yang menimbulkan rasa gurih atau "Umami". Ia lebih dikenal dengan nama vetsin atau micin. Secara kimiawi MSG adalah garamnatrium dari asam glutamat. Satu ion hidrogen (dari gugus —OH yang berikatan dengan atom C-alfa) digantikan oleh ionnatrium


Manfaat asam amino glutamat sebagai penyedap rasa baru diketahui pada tahun 1908 oleh seorang ilmuwan Jepang bernama Dr. Kikunae Ikeda.
Penemuan MSG oleh Dr. Ikeda diawali oleh keprihatinannya terhadap kondisi fisik rakyat Jepang di kala itu. Sewaktu belajar ilmu Kimia modern di Jerman, dia membandingkan tubuh orang Jerman yang lebih tinggi dari pada orang Jepang. Dia juga mengamati makanan Jerman dan merasakan kesamaan cita rasa unik pada makanan Jerman yang juga ada pada makanan Jepang.

29 April, 2010

Memilih Makanan Bebas Formalin

Makanan yang berformalin memang perlu kita hindari karena membahayakan kesehatan kita. Bagaimana cara memilih makanan yang bebas formalin? Sejak ditemukan produk makanan yang mengandung Formalin beberapa waktu lalu, masyarakat semakin sadar untuk berhati-hati dalam memilih produk makanan, khususnya bagi produk-produk olahan yang diindikasikan melibatkan Formalin dalam proses pembuatannya.
Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk.di dalam Formalin terkandung sekitar 37 persen Formaldehid dalam air, biasanya ditambah Methanol hingga 15 persen sebagai pengawet. Dalam bidang industri, Formalin digunakan dalam produksi pupuk, bahan fotografi, parfum, kosmetika, pencegahan korosi, perekat kayu lapis, bahan pembersih dan insektisida, zat pewarna, cermin dan kaca.