30 Januari, 2010

Si Kelabu Kebiruan yang Membahayakan

Berwarna kelabu kebiruan, lunak, mudah ditempa, berat, stabil, tebal, tahan korosi. Itulah sifat Timbal (Pb). Karena sifatnya tersebut, maka timbal sudah digunakan semenjak zaman romawi untuk pemipaan, peralatan makan, uang logam, keramik, dll. Selain itu timbal juga digunakan untuk amunisi, solder, pigmen, additif anti-knock dalam bahan bakar minyak.

Sumber pencemaran timbal di Indonesia, yaitu:
73685127*kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar bertimbal. Hanya beberapa daerah saja yang telah disuplai dengan bahan bakar tanpa timbal, sementara daerah lain di Indonesia masih menggunakannya;
*kegiatan pendaur-ulangan baterai ilegal. Pada baterai, timbal sebagai komponen yang dapat mengahantarkan listrik;
*peralatan makan (keramik) yang menggunakan timbal;
*cat yang mengandung pigmen pewarna, khususnya yang berwarna terang mengandung timbal;
*air yang melalui pipa atau keran yang terbuat dari timbal. Sebuah studi menemukan hasil analisis dari air keran menunjukkan kadar timbal di bawah 0,01 mg/l. Sedangkan dari tanah ditemukan pencemaran timbal berkisar antara 77-223 ppm (Environmental Health Perspectives, 1998);
*kegiatan industri pengolahan timbal;
*kosmetik dan jamu tertentu yang mengandung bahan timbal. Pada 2003, Departemen Kesehatan AS menemukan kasus pencemaran timbal yang terjadi karena penggunaan ‘lithargio’ atau litharge (PbO), 99.0% bubuk lead oxide digunakan pada antiprespirant/deodorant dan obat-obatan tradisional;
*timbal pada kabel listrik;
*timbal pada plastik & PVC;
*timbal pada kuningan dan logam lain;
*pipa timbal dan solder timbal untuk air minum dan tangki air;
*makanan dan minuman kaleng;
*mainan anak-anak;
*cobek &ulekan dari batu dengan pelapis timbal;
*pestisida dan pupuk.
Sementara itu, sebuah hasil studi menyatakan timbal yang kadarnya tinggi di udara terbuka menandakan bahwa timbal juga banyak terdapat pada makanan (Science of The Total Environment, 1996). Sebenarnya metabolisme timbal dalam tubuh tidak mudah diserap melalui saluran pencernaan (10%), tetapi tergantung pada kadar kalsium dan besi dalam makanan. Justru penyerapan melalui paru lebih efektif. Pb yang menempel pada permukaan paru, tentu saja akan memberikan dampak yang lebih parah dari pada yang berikatan dengan darah. Selain mengganggu pernapasan, Pb juga akan merusak organ paru sehingga tak mampu bekerja optimal.
Di sisi lain, Pb diangkut dalam bentuk terikat ke membran sel darah merah dan disimpan dalam tulang (95%), jaringan halus terutama otak, ginjal, hati (4%), dan darah (1%). Sehingga dampak Pb terhadap kesehatan yaitu seperti hipertensi, anemia, serangan jantung, gangguan reproduksi dan bahakn kematian (pada orang dewasa). Sedangkan pada wanita hamil dapat mengancam janin yang dikandungnya bahkan mengalami abortus spontan/keguguran. Selain itu pada anak-anak terjadi penurunan poin IQ, penurunan kecerdasan, dan penurunan kemampuan belajar.
Bayangkan saja berapa banyak kendaraan bermesin terutama sepeda motor bertambah 10% tiap tahunnya secara nasional dan menurut data Mabes Polri akhir tahun 2008 saja tercatat ada 49 juta sepeda motor, tak ayal lagi polusi pun kian bertambah. Walaupun sudah tersedia bahan bakar yang ramah lingkungan, tapi tak semuanya kendaraan bermesin menggunakannya.
Tips agar keluarga terhindar dari pemaparan timbal:
*tidak membeli atau menggunakan benda-benda yang mengandung timbal
*menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat, salah satunya mencuci tangan sebelum makan
*bersihkan karpet dari debu
*cuci pakaian kerja secepatnya
*cuci selimut dan mainan secara berkala
*jaga kesehatan anak-anak, hewan peliharaan serta rumah dari debu
*bersihkan lantai, furnitur, mainan dan jendela dengan kain atau lap basah
*sering cuci tangan dan keringkan
*kuku tangan dan kaki jaga supaya tetap pendek dan bersih
*makan-makanan yang bergizi tinggi (zat besi, protein, kalsium, vitamin C & zinc) serta rendah lemak
*membersihkan sandal atau sepatu sebelum masuk rumah
*menanam tanaman yang dapat menyerap timbel, seperti Palem Kuning, Lili Paris, Hanjuang, Puring, Lidah Mertua, Palem Kol, Sri Rejeki, Bambu Meranti, Kuping Gajah, Pandan Bali, Angsana, Nusa Indah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Untuk kebaikan blog ini komentar anda aku tunggu