27 November, 2009

Peneliti IPB Temukan Telur Beromega-3 10 Kali Lipat Telur Normal

Peneliti IPB Temukan Telur Beromega-3 10 Kali Lipat Telur NormalKUNING TELUR: Bagi Anda yang memiliki kadar kolesterol tinggi, sebaiknya kurangi konsumsi kuning telur. Selain itu, batasi juga konsumsi otak dan jeroan.
BOGOR--Dua orang peneliti Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB), berhasil menemukan telur ayam yang mengandung Omega-3 sepuluh kali kandungan Omega-3 pada telur normal. Telur omega-3, dihasilkan dari suplemen hasil penelitian. Suplemen ini sendiri, dihasilkan dari campuran bahan limbah perebusan ikan sarden yang mengandung omega 3, 6 dan 9 dengan ampas tahu sebagai filler.

Prof Dr Ir Iman Rahayu Hidayati Soesanto, salah seorang penemu suplemen untuk makanan ayam petelur mengatakan, teknologi sederhana dengan memanipulasi pakan yang diberikan pada ayam petelur dengan suplemen omega-3 selama tiga minggu berturut-turut. Dalam konferensi pers penemuan suplemen itu di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor, Kamis (19/11) siang, Iman Rahayu menjelaskan, penelitian ini dilakukan sejak 1995 bersama Dr Komari.
Hasil penelitian itu telah didaftarkan ke Departemen Hukum dan HAM untuk mendapatkan hak paten tahun 2005 dan tahun 2009 sudah mendapatkan sertifikat paten dengan nomor ID P 0023652 tanggal 24 Juni 2009. Omega-3 sendiri, menurut situs Departemen Kesehatan, mempunyai berbagai manfaat. Untuk bayi, zat gizi ini penting untuk perkembangan fungsi saraf dan penglihatan. Bahkan jauh sebelum bayi lahir, persisnya saat proses tumbuh kembang otak janin mulai berjalan, ibu hamil sangat dianjurkan mengonsumsi pangan sumber omega-3.
Fase cepat tumbuh otak pada janin terjadi ketika berusia 30 minggu sampai 18 bulan. Pada fase ini, jika janin kekurangan gizi, akan terjadi kondisi irreversible (tidak dapat pulih). Otak anak-anak sendiri masih tumbuh sampai usia sekitar lima tahun. Tak heran, usia balita disebut golden age yang harus terhindar dari kondisi kekurangan gizi.

Di usia dewasa, omega-3 punya peran khusus. Otak, susunan saraf pusat, saraf tulang punggung, sebagian besar terdiri atas asam lemak tidak jenuh (esensial). Terjadinya degenerasi (kerusakan) susunan saraf banyak disebabkan oleh kurangnya asam lemak esensial ini (omega-3 dan omega-6), menyebabkan premature senile dementia, atau hilangnya daya ingat di usia menengah dan turunnya fungsi otak secara drastis.
Omega-3 juga berperan penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh dan menghambat beberapa jenis kanker. Ia juga menurunkan risiko penyakit jantung koroner hingga 50%, menekan kolesterol jahat (LDL) sehingga mengurangi risiko aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah) yang sering menyebabkan penyakit jantung koroner atau stroke.
Sejumlah negara maju (Kanada, Swedia, Inggris, Australia, dan Jepang) dan WHO telah menetapkan rekomendasi tentang asupan omega-3 untuk setiap orang, yaitu 0,3 - 0,5 g/hari (EPA + DHA) dan 0,8 - 1,1 g/hari (asam linolenat). Sementara lembaga lain menyarankan asupan linolenat 0,6 - 1,2% dari total energi atau 1,3 - 2,7 g/hari berdasarkan konsumsi energi 2.000 Kkal.
“Suplemen Omega-3 ini, dibuat melalui setelah melakukan proses emulsi dan disperse terhadap bahan limbah perebusan ikan sarden. Ikan sarden ini, selain mempunyai Omega-3, sarden kadar omega-3 hingga 9, serta memiliki kualitas yang bagus dibandingkan dengan sumber Omega-3 dari tanaman dengan ampas tahu sebagai filler,” ujar Iman Rahayu.
Sebagai perbandingan, kata Iman Rahayu, EPA dan DHA setiap 100 gram telur yang dihasilkan dari ayam yang diberikan pakan mengandung suplemen omega-3, sebesar 404 miligram dan 2.816 miligram. Sedangkan telur biasa mempunyai kandungan EPA dan DHA lebih rendah yakni 166 miligram dan 239 miligram.
Setiap 100 gram telur yang dihasilkan dari ayam yang diberi suplemen omega-3 mempunyai kandungan kolesterol lebih dengan yang mencapai 50 persen dibanding telur tanpa omega-3. Untuk telur biasa, besarnya lemak mencapai 295 miligram sedangkan telur omega-3 hasil penelitian peneliti IPB hanya menghasilkan lemak sebesar 147 miligram.
Dengan pemberian suplemen ini kepada seekor ayam petelur, kondisi fisik telur yang dihasilkanpun berbeda dengan telur biasa. Tampak, warna kuning telur yang dimiliki oleh telur ini, mempunyai warna yang lebih pekat.
Selain itu, selaput kuning telur yang dimiliki oleh telur hasil ayam yang diberi suplemen Omega-3 hasil penelitian ini, tampak lebih tebal. “Keunggulan lain telur ini memiliki kemampuan meningkatkan kekebalan tubuh,” ujar Dosen Fakultas Peternakan IPB ini.
Suplemen hasil penelitian Dosen IPB ini, selanjutnya akan diproduksi secara massal dengan sasaran perusahaan peternakan ayam.Namun untuk sementara ini, ujarnya, suplemen untuk meningkatkan omega-3 ayam petelur ini akan kita digunakan untuk peternakan yang berada di kawasan milik IPB. c13/kpo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Untuk kebaikan blog ini komentar anda aku tunggu