22 November, 2010

Laut Mati




 
Laut Mati adalah danau yang membujur di daerah antara Israel, Daerah Otoritas Palestina danYordania. Di 417,5 m di bawah permukaan laut, merupakan titik terendah di permukaan bumi. Laut mati terletak pada perbatasan antara Yordania dan bagian barat Palestina, laut mati memiliki titik terendah di bumi pada 1.300 kaki (400m) di bawah permukaan laut. Secara geologi laut mati terbentuk tiga juta tahun yang lalu ketika timbul retakan kecil padaJordan Riff Valley dimana air laut masuk dan terkumpul, iklim kering dan evaporasi tinggi meningkatkan konsentrasi mineral dalam air  Garam, kapur dan gypsum terdapat pada sepanjang retakan ini dan membentuk danau dengan kandungan garam tertinggi.danau ini dinamakan laut mati karena tidak ada bentuk kehidupan yang dapat bertahan dalam air garam ini.

 Laut mati memiliki kandungan garam tertinggi dari seluruh laut di dunia.Kadar garamnya sekitar 32 % dibandingkan terhadap kadar garam rata-rata 3% pada Laut Mediteranian. Sejak dulu material yang terdapat dalam laut mati diketahui mempunyai efek untuk mempercantik kulit.Dengan mengoleskan lumpur ini ke tubuh, mineral yang terkandung di dalamnya terbukti dapat memperbaiki kulit, melancarkan sirkulasi darah dan dapat membantuk kesehatan. Hal ini sudah lama diketahui oleh King Salomon, Cleopatradan Herod the Great sehingga mereka mendatangi Laut Mati untuk memperoleh efek tersebut.Dasar paling rendah dari daerah jurang besar ialah di tanah belanga Laut Mati. Permukaan air danau ini ialah ratarata 427 m di bawah permukaan laut, dan dasar paling rendah dari dasar danau ini ialah 433 m lagi ke bawah. Panjang danau kr 72 km dan lebamya dari jurang-jurang terjal Moab ke pegunungan Yehuda berkisar antara 10-14 km. Di sebelah barat ada pantai yg sempit sekali, yg dibatasi oleh daerah yg bertangga-tangga, sisa dari pantai zaman dulu. Kecuali satu dua mata air (umpamanya 'Ain Fesykha dan En-Gedi, bandingkan dengan Kidung Agung 1: 14), pantai Yudea ini sangat kering dan tanpa tetumbuhan. Ada 4 sungai kecil yg bermuara di danau ini di sebelah timur, yaitu: Sungai Moyin (Amon), Sungai Zerka Main, Sungai Kerak dan Sungai Zered. 
Tingkat penguapannya tinggi sekali (suhu pada waktu musim panas mencapai 110°), sehingga masuknya air sungai-sungai tadi dan S Yordan ke danau ini hanyalah merupakan penambah supaya garis permukaan danau itu tetap. Curah hujan setahun kira-kira 50 mm. Tumbuh-tumbuhan yg lebat ada di sekitar muara sungai tadi atau di tempat-tempat yang ada air tawar. Dari oase-oase, yaitu tempat adanya air tawar, sekitar delta Sungai Kerak dan Zered, jelas sekali, betapa subumya tanah belanga ini (bandingkan Kejadian 13: 10), seperti nampak kepada nabi Yehezkiel dalam penglihatannya akan sungai air tawar, yang mengalir dari Yerusalem untuk membuat air Laut Asin menjadi tawar (Yehezkiel 47:8-12). 

Sampai pertengahan abad 19 danau ini bisa dijalani (karena dangkalnya) dengan jalan kaki dari Lisan ('lidah'), yaitu jazirah yg mencuat dari sisi Kerak, sampai sejauh kira-kira 3 km mendekati tepi pantai seberang. Bekas-bekas jalan bangsa Roma masih ada. Masada, satu benteng yang hampir lak dapat ditaklukkan, yg dibangun oleh orang Makabe dan Herodes, mengawasijalan ini di wilayah Yudea. Di sebelah selatan Lisan, danau itu sangat dangkal, dan akhimya berubah menjadi rawa-rawa asin (Zefanya 2:9) yang disebut Sebkha. 


 


Endapan-endapan kimia yang sudah keras (garam, potas, maknesium, khlorida kapur dan bromida, 25% dari air danau), yg memberi kepada Laut Mati daya apung dan meracuni ikan, sangat mungkin adalah akibat terbakamya daerah itu selama suatu gempa bumi, yg menimbulkan hujan belerang dan api yang memusnahkan Sodom dan Gomora. Istri Lot, yang berhenti berjalan dan menoleh ke belakang, dibinasakan oleh garam yang jatuh menimpanya, tapi keluarganya bergegas lari terus (Kejadian 19: 15-28). 



Jebel Usdum 


Bukti arkeologi mengisyaratkan, bahwa permukiman menetap daerah ini terputus beberapa abad sejak awal milenium 2 sM. Suatu bukit garam (Jebel Usdum, Gunung Sodom) di sebelah sudut baratdaya terkeruk, sehingga mempunyai bentuk-bentuk yang ganjil-ganjil, termasuk tiang-tiang batu, yg ditunjuk sebagai 'Istri Lot' oleh orang Arab setempat (bandingkan Wisdom 10:7). Rawa-rawanya menjadi sumber garam (Yehezkiel 47:11) dari orang Nabatea memanfaatkan aspal, yangg terapung di permukaan air (lihat P.C Hammond, BA 22, 1959, p 40-48). Selama zaman PL danau ini merupakan pengganjal antar Yehuda dan Moab bersama Edom (bandingkan 2 Tawarikh 20:1-30), walaupun perahu-perahu dagang kecil memanfaatkannya seperti pada zaman Roma. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Untuk kebaikan blog ini komentar anda aku tunggu