19 November, 2010

Matikan lampu saat Tidur


Studi terbaru, tidur dengan cahaya membuat perasaan Anda menjadi buruk keesokan harinya. Sinar di malam hari dapat mengganggu struktur otak dan menciptakan depresi.
Cahaya menyakitkan yang dipancarkan oleh televisi memang tampak menentramkan di malam hari, namun ini bisa mengganggu kesehatan mental. Studi terbaru menunjukkan daftar panjang potensi bahaya cahaya yang mengganggu siklum alami tubuh saat tidur.
Ada kekhawatiran bahwa pekerja di malam hari memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara. Tambahan, sinar terang di malam hari dapat berpengaruh dengan berat badan.

Penelitan yang dilakukan oleh ilmuwan di Ohio State University mencari tahu efek cahaya redup selama delapan jam pada siklus tidur tikus. Hasil studi yang muncul di konferensi Society for Neuroscience ini menunjukkan bahwa minat tikus terhadap sesuatu yang manis menurun drastis. Kesukaan terhadap hal manis menunjukkan perubahaan perasaan pada hewan itu.
Dampak cahaya di malam hari juga muncul di hamster yang menunjukkan gejala depresi. Penelitian lebih lanjut memaparkan bahwa struktur otak bernama hippocampus telah berubah.
Hippocampus berperan penting terhadap timbulnya kelainan depresi, kata peneliti Tracy Bedrosian
Menurut hasil penelitian para ilmuwan, tubuh manusia perlu suasana gelap untuk menghasilkan hormon melatonin. Hormon ini dapat menyebabkan kantuk, dengan cara menurunkan sedikit suhu tubuh. Dari situ, proses tidur pun jadi lebih cepat, karena biasanya suhu tubuh turun sekitar waktu tidur dimulai. Dengan begitu pula, seseorang bisa tidur lelap tanpa gangguan bangun mendadak di malam hari.

Selain itu, melatonin juga membantu kita mengatasi masalah emosional hingga depresi. Ia bahkan berfungsi untuk menaikkan daya tahan tubuh dan mengatasi sistem kekebalan yang rendah. Ini karena melatonin bekerja mendukung jaringan hormon dan metabolisme di dalam tubuh yang selalu berubah seiring dengan kegiatan fisik, keadaan mental, dan stres.

Sayangnya, hormon ini mudah berhenti berproduksi. Prof. Russle Reiter dari Texas University mengatakan, "Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit, maka otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin akan langsung menurun." Produksi hormon melatonin juga dapat terhenti ketika ketika menyalakan lampu toilet, begadang, bepergian melintas zona waktu, tersorot sinar lampu jalanan, dan lainnya.

Bagaimana jika tubuh kita tidak bisa memproduksi zat melatonin dalam waktu lama? Akibatnya bisa fatal. Dalam artian, timbul berbagai penyakit (insomnia, kanker, dll). Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia / kanker darah yang diadakan di London, Inggris bahkan menyatakan bahwa orang bisa menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur di malam hari (dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur).
 hormon melatonin 

adalah zat yang dihasilkan oleh kelenjar pineal didalam otak yang pembentukannya dipicu oleh gelap dan berfungsi mengatur bioritme atau irama tubuh dalam hal pengaturan tidur. Kadarnya paling tinggi ditemukan menjelang pagi hari sekitar jam 02.00 – 04.00 dan paling rendah di sore hari. Ini juga menjawab kenapa orang semakin bertambah usia semakin sedikit tidurnya, karena secara alamiah, produksi hormon melatonin ini juga akan mengalami penurunan, sejalan dengan pertambahan usia manusia. Penurunan yang drastis biasanya terjadi sekitar usia 40 tahun sehingga dengan menurunnya hormon ini maka kualitas tidurpun akan menurun dan sering berefek pada kesulitan tidur. 



Manfaat lain melatonin adalah sebagai anti oksidan yang larut dalam lemak dan air, meningkatkan imun tubuh menimbulkan relaksasi otot dan membantu meningkatkan mood dan menghilangkan ketegangan. Jadi sebaiknya kalau tidur lampu dimatikan agar bisa memaksimalkan produksi melatonin.

Memang, ada sebagian orang yang merasa tidak nyaman, atau bahkan tidak dapat tidur pada kondisi gelap. Namun jika melihat manfaat atau dampaknya, hal ini perlu diperhatikan juga. Antara lain dengan tidak tidur di bawah pencahayaan langsung (dari lampu kamar), terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.


- Bahaya tidur sambil mendengarkan musik, atau menonton televisi

Kebiasaan tidur sambil mendengarkan musik, atau menonton televisi sampai tertidur, atau membiarkan lampu di ruangan menyala terang, memang sulit dihilangkan dan menurut sebagian orang kondisi seperti itu membuat mereka menjadi lebih cepat tertidur. Tetapi pada kenyataannya setelah terbangun mereka merasa lebih tegang (stress). Bahkan ada yang merasa seperti tidak tidur semalaman.



Penjelasannya : Pada saat kita tidur sebetulnya otak tidak pernah tidur. Otak selalu menjalankan aktivitasnya walaupun tidak sesibuk seperti di saat bangun, yaitu menjalankan sistem metabolisme tubuh. 

Pada malam hari, seiring menurunnya aktivitas tubuh, ritme gelombang otak pun mengalami penurunan. Namun apabila kita tidur sambil mendengarkan musik, televisi dalam keadaan hidup atau lampu ruangan sedang menyala terang, maka gelombang suara atau cahaya yang dipancarkan oleh peralatan tersebut tetap diterima oleh indera pendengaran dan penglihatan kita. Gelombang suara diterima oleh alat pendengaran di dalam telinga dan gelombang cahaya tetap dapat menembus kelopak mata dan diterima oleh retina dan lensa mata . Gelombang-gelombang tersebut akan diteruskan ke otak kita. Otak yang harusnya beristirahat akan kembali terangsang untuk bekerja dan mengolah informasi yang masuk. 

Apabila hal ini berlangsung sepanjang malam, berarti kita hanya tidur menurut tubuh luar, tetapi tidak menurut otak. Otak akan terus bekerja mengolah informasi yang masuk tersebut. Jadi jangan biarkan otak Anda kelelahan karena harus tetap bekerja pada malam hari, sedangkan di siang hari otak juga akan diperas oleh kegiatan rutin kita. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Untuk kebaikan blog ini komentar anda aku tunggu