Ubuntu 9.04 Resmi Dirilis
(Agus Hardiyanto Blog)
Ubuntu meluncurkan rilis terbaru. Dan pada hari Kamis 23 April 2009 akhirnya Canonical Ltd. selaku sponsor utama proyek Ubuntu dengan resmi merilis Ubuntu 9.04 (Jaunty Jackalope). Ubuntu 9.04 merupakan rilis kesepuluh sejak proyek Ubuntu dimulai pada tahun 2004.
Terdapat 3 versi pada rilis Ubuntu 9.04 ini, yaitu Desktop, Server dan Netbook Remix yang masing-masing dikembangkan untuk memenuhi dengan kebutuhan pengguna Ubuntu dan didalamnya terdapat banyak fitur-fitur terbaru, antara lain GNOME 2.26, sistem notifikasi terbaru, proses booting yang lebih cepat, dukungan filesystem Ext4, Linux kernel 2.6.28, dukungan untuk cloud computing, dan masih banyak lagi.
Ubuntu 9.04 sendiri akan di-support melalui security updates selama 18 bulan, dan untuk Anda yang ingin mencoba dipersilakan untuk langsung mengunduh Ubuntu dari situs-situs di bawah ini atau Anda dapat juga memesannya melalui ShipIt. Jangan lupa untuk membaca terlebih dahulu catatan rilis dari Ubuntu 9.04 sebelum melakukan instalasi dan untuk informasi bagaimana meng-upgrade dari versi 9.04 dapat Anda lihat pada halaman ini.
Untuk Download Ubuntu 9.04 silahkan klik link berikut
ubuntu-9.04-alternate-amd64.iso
ubuntu-9.04-alternate-amd64.iso.torrent
ubuntu-9.04-alternate-amd64.jigdo
ubuntu-9.04-alternate-amd64.list
ubuntu-9.04-alternate-amd64.metalink
ubuntu-9.04-alternate-amd64.template
ubuntu-9.04-alternate-i386.iso
ubuntu-9.04-alternate-i386.iso.torrent
ubuntu-9.04-alternate-i386.jigdo
ubuntu-9.04-alternate-i386.list
ubuntu-9.04-alternate-i386.metalink
ubuntu-9.04-alternate-i386.template
ubuntu-9.04-desktop-amd64.iso
ubuntu-9.04-desktop-amd64.iso.torrent
ubuntu-9.04-desktop-amd64.list
ubuntu-9.04-desktop-amd64.manifest
ubuntu-9.04-desktop-amd64.metalink
ubuntu-9.04-desktop-i386.iso
ubuntu-9.04-desktop-i386.iso.torrent
ubuntu-9.04-desktop-i386.list
ubuntu-9.04-desktop-i386.manifest
ubuntu-9.04-desktop-i386.metalink
ubuntu-9.04-netbook-remix-i386.img
ubuntu-9.04-netbook-remix-i386.list
ubuntu-9.04-netbook-remix-i386.manifest
ubuntu-9.04-server-amd64.iso
ubuntu-9.04-server-amd64.iso.torrent
ubuntu-9.04-server-amd64.jigdo
ubuntu-9.04-server-amd64.list
ubuntu-9.04-server-amd64.metalink
ubuntu-9.04-server-amd64.template
ubuntu-9.04-server-i386.iso
ubuntu-9.04-server-i386.iso.torrent
ubuntu-9.04-server-i386.jigdo
ubuntu-9.04-server-i386.list
ubuntu-9.04-server-i386.metalink
ubuntu-9.04-server-i386.template
wubi.exe
25 April, 2009
22 April, 2009
Manfaat Tumbuhan Rosela
Umumnya masyarakat mengenal dengan nama Rosela, Rosella atau Roselle (Hibiscus sabdariffa L.). Dari segi kesehatan, ternyata Rosela mempunyai manfaat untuk pencegahan penyakit. Menurut penelitian Ballitas Malang, bunga rosella, terutama dari tanaman yang berkelopak bunga tebal (juicy), misalnya Rosela Merah berguna untuk mencegah penyakit Kanker dan Radang, mengendalikan tekanan darah, melancarkan peredaran darah dan melancarkan buang air besar.Kelopak bunga Rosela dapat diambil sebagai bahan minuman segar berupa irup dan teh, selai dan minuman, terutama dari tanaman yang berkelopak bunga tebal, yaitu Rosela Merah. Kelopak bunga tersebut mengandung vitamin C, vitamin A, dan asam amino. Asam amino yang diperlukan tubuh, 18 diantaranya terdapat dalam kelopak bunga Rosela, termasuk arginin dan legnin yang berperan dalam proses peremajaan sel tubuh. Selain itu, Rosela juga mengandung protein dan kalsium.Di Malaysia, Roselle juga disebut Asam paya, Asam kumbang atau Asam susur, merupakan tumbuhan yang mempunyai keluarga yang sama dengan bunga raya/sepatu (Hibiscus rosasinensis). Tumbuhan Roselle ada yang mengatakan berasal dari India tetapi ada juga pendapat yang mengatakan Roselle berasal dari Afrika Barat. Tumbuhan Roselle ini semula diperkenalkan di Malaysia sejak lebih dari tiga abat yang lampau. Di India Barat disebut dengan Jamaican Sorrel.Pohon Roselle tumbuh dari biji/benih dengan ketinggian yang bisa mencapai 3 - 5 meter serta mengeluarkan bunga hampir sepanjang tahun. Bunga Roselle berwarna cerah, Kelopak bunga atau kaliksnya berwarna merah gelap dan lebih tebal jika dibandingkan dengan bunga raya/sepatu. Bagian bunga Roselle yang bisa diproses menjadi makanan ialah kelopak bunganya (kaliks) yang mempunyai rasa yang amat masam. Kelopak bunga ini bisa diproses menjadi pelbagai jenis makanan seperti minuman, jelly, saos, serbuk (teh ) atau manisan Roselle. Daun muda Roselle bisa juga dimakan sebagai ulam atau salad. Sementara itu di Afrika, biji Roselle dimakan karena dipercaya mengandung minyak tertentu. Di Sudan, Roselle diproses menjadi minuman tradisional yang dinamakan Karkadeh dan merupakan minuman kebangsaan orang Sudan.Pohon Roselle adalah sejenis perdu yang mudah ditaman. Cara penanamannya dengan menggunakan biji yang kering kemudian disemai. Nama Lain: Hibiscus Sabdariffa L., H. Sabdariffa varaltissima, Rozelle, Red Sorrel, Sour-sour, Lemon bush, Florida cranberry, Oseille rouge (Perancis), Quimbombo Chino (Sepanyol), Karkadeh (Afrika Utara), Bisap (Senegal).Tumbuhan herba ini ternyata mampu berfungsi sebagai bahan antiseptik, penambah syahwat, agen astringen. Tanaman ini juga banyak digunakan dalam pengobatan tradisional seperti batuk, ketidakhadaman, lesu, demam, tekanan perasaan, gusi berdarah (skurvi) dan mencegah penyakit hati. Bunga Roselle banyak digunakan untuk pembuatan jus, saos, sirup dan juga sebagai bahan pewarna pada makanan.Ekstrak daripada kuncup bunganya ternyata mampu berfungsi sebagai antispasmodik (penahan kekejangan), antihelmintik (anti cacing) dan antibakteria. Selain itu rosella ternyata mampu menurunkan kadar penyerapan alkohol. Daun tumbuhan herba ini juga bisa digunakan untuk merawat luka, penyakit kulit dan gigitan serangga.Di India, biji Roselle digunakan untuk mengobati penyakit kulit, kekurangan darah dan kelesuan.Bagian yang digunakan : Bunga, daun dan bijiBahan penting yang terkandung dalam kelompak bunga Roselle : Gossy peptin anthocyanin dan glucoside hibiscin yang mempunyai efek diuretic dan choleretic, memperlancar peredaran darah, mencegah tekanan darah tinggi, meningkatkan kinerja usus serta berfungsi sebagai tonik (obat kuat).Kandungan kelopak segar dalam 100 g :
Air 9.2 g
Protein 1.145 g
Lemak 2.61 g
Serat 12.0 g
Abu 6.90 g
Kalsium 1,263 mg
Fosforus 273.2 mg
Zat Besi 8.98 mg
Karotena 0.029 mg
Thiamine 0.117 mg
Riboflavin 0.277 mg
Niacin 3.765 mg
Asid Askorbik 6.7 mgDari penelitian terbukti bahwa kelopak bunga Roselle mempunyai efek anti-hipertensi, kram otot dan anti infeksi-bakteri. Dalam eksperimen ditemukan juga bahwa ekstrak kelopak bunga Roselle mengurangi efek alcohol pada tubuh kita, mencegah pembentukan batu ginjal, dan memperlambat pertumbuhan jamur/bakteri/parasit penyebab demam tinggi. Kelopak bunga Roselle juga diketahui membantu melancarkan peredaran darah dengan mengurangi derajat kekentalan darah. Ini terjadi karena asam organic, poly-sakarida dan flavonoid yang terkandung dalam ekstrak kelopak bunga Roselle sebagai Farmakologi. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah kelopak bunga Roselle mengandung vitamin C dalam kadar tinggi yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia terhadap serangan penyakit.Manfaat kelopak bunga Rosella- Dapat mengurangi kepekatan/kekentalan darah- Membantu proses pencernaan- Mencegah peradangan pada saluran kencing dan ginjal- Penyaring racun pada tubuh- Mencegah kekurangan Vitamin C- Melancarkan peredaran darah- Melancarkan buang air besar- Menurunkan kadar penyerapan alkohol- Penahan kekejanganPenyakit yang dapat diobati :- Tekanan Darah Tinggi ( Hipertensi )- Batu Ginjal- Batuk- Lemah syahwat- Lesu- Demam- Tekanan Perasaan- Gusi berdarah- Penyakit kulit- Gigitan Serangga- Luka- Kurang darah
Air 9.2 g
Protein 1.145 g
Lemak 2.61 g
Serat 12.0 g
Abu 6.90 g
Kalsium 1,263 mg
Fosforus 273.2 mg
Zat Besi 8.98 mg
Karotena 0.029 mg
Thiamine 0.117 mg
Riboflavin 0.277 mg
Niacin 3.765 mg
Asid Askorbik 6.7 mgDari penelitian terbukti bahwa kelopak bunga Roselle mempunyai efek anti-hipertensi, kram otot dan anti infeksi-bakteri. Dalam eksperimen ditemukan juga bahwa ekstrak kelopak bunga Roselle mengurangi efek alcohol pada tubuh kita, mencegah pembentukan batu ginjal, dan memperlambat pertumbuhan jamur/bakteri/parasit penyebab demam tinggi. Kelopak bunga Roselle juga diketahui membantu melancarkan peredaran darah dengan mengurangi derajat kekentalan darah. Ini terjadi karena asam organic, poly-sakarida dan flavonoid yang terkandung dalam ekstrak kelopak bunga Roselle sebagai Farmakologi. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah kelopak bunga Roselle mengandung vitamin C dalam kadar tinggi yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia terhadap serangan penyakit.Manfaat kelopak bunga Rosella- Dapat mengurangi kepekatan/kekentalan darah- Membantu proses pencernaan- Mencegah peradangan pada saluran kencing dan ginjal- Penyaring racun pada tubuh- Mencegah kekurangan Vitamin C- Melancarkan peredaran darah- Melancarkan buang air besar- Menurunkan kadar penyerapan alkohol- Penahan kekejanganPenyakit yang dapat diobati :- Tekanan Darah Tinggi ( Hipertensi )- Batu Ginjal- Batuk- Lemah syahwat- Lesu- Demam- Tekanan Perasaan- Gusi berdarah- Penyakit kulit- Gigitan Serangga- Luka- Kurang darah
Sumber : http://www.smallcrab.com/
Detergent dan Daya Kerjanya
Sebagai bahan pembersih lainnya, deterjen merupakan buah kemajuan teknologi yang memanfaatkan bahan kimia dari hasil samping penyulingan minyak bumi, ditambah dengan bahan kimia lainnya seperti fosfat, silikat, bahan pewarna, dan bahan pewangi. sekitar tahun 1960-an, deterjen generasi awal muncul menggunakan bahan kimia pengaktif permukaan (surfaktan) Alkyl Benzene Sulfonat (ABS) yang mampu menghasilkan busa. Namun karena sifat ABS yang sulit diurai oleh mikroorganisme di permukaan tanah, akhirnya digantikan dengan senyawa Linier Alkyl Sulfonat (LAS) yang diyakini relatif lebih akrab dengan lingkungan.Pada banyak negara di dunia penggunaan ABS telah dilarang dan diganti dengan LAS. Sedangkan di Indonesia, peraturan mengenai larangan penggunaan ABS belum ada. Beberapa alasan masih digunakannya ABS dalam produk deterjen, antara lain karena harganya murah, kestabilannya dalam bentuk krim/pasta dan busanya melimpah.Penggunaan sabun sebagai bahan pembersih yang dilarutkan dengan air di wilayah pegunungan atau daerah pemukiman bekas rawa sering tidak menghasilkan busa. Hal itu disebabkan oleh sifat sabun yang tidak akan menghasilkan busa jika dilarutkan dalam air sadah (air yang mengandung logam-logam tertentu atau kapur). Namun penggunaan deterjen dengan air yang bersifat sadah, akan tetap menghasilkan busa yang berlimpah.Sabun maupun deterjen yang dilarutkan dalam air pada proses pencucian, akan membentuk emulsi bersama kotoran yang akan terbuang saat dibilas. Namun ada pendapat keliru bahwa semakin melimpahnya busa air sabun akan membuat cucian menjadi lebih bersih. Busa dengan luas permukaannya yang besar memang bisa menyerap kotoran debu, tetapi dengan adanya surfaktan, pembersihan sudah dapat dilakukan tanpa perlu adanya busa.Opini yang sengaja dibentuk bahwa busa yang melimpah menunjukkan daya kerja deterjen adalah menyesatkan. Jadi, proses pencucian tidak bergantung ada atau tidaknya busa atau sedikit dan banyaknya busa yang dihasilkan. Kemampuan daya pembersih deterjen ini dapat ditingkatkan jika cucian dipanaskan karena daya kerja enzim dan pemutih akan efektif. Tetapi, mencuci dengan air panas akan menyebabkan warna pakaian memudar. Jadi untuk pakaian berwarna, sebaiknya jangan menggunakan air hangat/panas.Pemakaian deterjen juga kerap menimbulkan persoalan baru, terutama bagi pengguna yang memiliki sifat sensitif. Pengguna deterjen dapat mengalami iritasi kulit, kulit gatal-gatal, ataupun kulit menjadi terasa lebih panas usai memakai deterjen. oleh ISNI ALFIA
16 April, 2009
Tanaman Obat dari marga nangka-nangkaan
Tanaman dari marga nangka-nangkaan [Artocarpus (Moraceae)], seperti nangka buah, nangka sayur, cempedak, dan kluwih, adalah tanaman khas tropis. Di beberapa daerah di Tanah Air, penduduk tidak hanya menggunakan buahnya sebagai bahan pangan, tetapi juga daunnya sebagai obat tradisional untuk mengatasi demam, disentri, atau malaria.
Nangka-nangkaan ini telah dieksplorasi kelompok penelitian kimia bahan alam di Departemen Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipimpin Prof Sjamsul Arifin Achmad selama 15 tahun terakhir, bahkan ada yang mendapat penghargaan RUT (Riset Unggulan Terpadu) Award.
Kandungan kimia dari spesimen akar, kulit batang, dan batang pohon nangka-nangkaan yang diteliti menghasilkan lebih dari 100 senyawa kimia baru. Salah satu contohnya adalah artoindonesianin. Nama ini telah menjadi nama trivial yang dipublikasikan pada Journal of Natural Product (Amerika Serikat).
Artoindonesianin (berasal dari kata Artocarpus dan Indonesia) mungkin memiliki makna harfiah nangka Indonesia atau senyawa kimia dari nangka yang ditemukan pertama kali oleh orang Indonesia atau senyawa kimia dari nangka hasil riset yang didanai rakyat Indonesia.
Artoindonesianin adalah senyawa kimia dari kelompok senyawa flavonoid dengan kerangka dasar dibentuk dari molekul artoindonesianin E yang terprenilasi, teroksigenasi, dan/atau tersiklisasi.
Unit monomerHampir semua struktur molekul artoindonesianin baru yang berhasil diilusidasi memiliki pola perpanjangan rantai dengan menggunakan unit monomer isopren. Mungkin unit monomer ini adalah khas untuk tanaman-tanaman bergetah, seperti tanaman karet (lateks yang dihasilkan dari polimerisasi isopren).
Senyawa-senyawa flavanoid umumnya bersifat antioksidan dan banyak yang telah digunakan sebagai salah satu komponen bahan baku obat-obatan. Bahkan, berdasarkan penelitian di Jepang, ditemukan molekul isoflavon di dalam tempe. Oleh karena molekul isoflavon bersifat antioksidan maka tempe merupakan sumber pangan yang baik untuk menjaga kesehatan, selain kandungan gizinya tinggi.
Senyawa-senyawa flavonoid dan turunannya dari tanaman nangka-nangkaan memiliki fungsi fisiologi tertentu. Ada dua kategori fungsi fisiologi senyawa flavonoid tanaman nangka-nangkaan berdasarkan sebarannya di Indonesia. Tanaman nangka-nangkaan yang tumbuh di Indonesia bagian barat, produksi senyawa flavanoid diduga berfungsi sebagai bahan kimia untuk mengatasi serangan penyakit (sebagai antimikroba atau antibakteri) bagi tanaman.
Sedangkan yang tumbuh di Indonesia bagian timur, produksi senyawa flavanoid berfungsi sebagai alat pertahanan (antivirus). Dengan menggunakan pendekatan fungsi fisiologi ini, uji biologi artoindonesianin dan kerabatnya dilakukan.
Aktivitas biologiUji biologi senyawa-senyawa artoindonesianin terhadap sel tumor P-388 menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sel P-388 adalah biakan sel tumor luekemia di laboratorium. Senyawa-senyawa artoindonesianin, artoindonesianin A, dan artoindonesianin B yang diteliti memiliki kemampuan membunuh sel tumor P-388 dengan harga LC50 (konsentrasi mematikan sel tumor percobaan separo) berturut-turut adalah 3,9, 0,2, 3,9 mikrogram per mililiter.
Ini adalah kemampuan luar biasa, karena berdasarkan data farmakologi, suatu senyawa layak digunakan sebagai antitumor bila memiliki harga LC50 dibawah 10 mikrogram per mililiter. Hasil penelitian ini merupakan berita gembira bagi penggemar gudeg jogya.
Studi molekuler lebih lanjut mengenai kerja artoindonesianin juga sedang dilakukan. Seperti diketahui, kebanyakan sel-sel kanker (tumor ganas) manusia atau penyakit serius lainnya secara molekuler selalu dihubungkan dengan kegagalan fosforilasi protein yang disebabkan oleh aktivasi berlebih atau ekspresi berlebih dari protein kinase atau hilangnya inhibitor sel.
Oleh karena itu, eksplorasi artoindonesianin sebagai inhibitor protein kinase sangat membantu penemuan obat-obat antikanker baru. Untuk itu, dukungan finansial dari pemerintah atau industri obat terhadap riset ini perlu digalakkan sehingga obat-obat tradisional kita bisa menjadi tuan rumah di rumah sendiri dan teruji secara ilmiah.
Ditulis Zeily Nurachman, Dosen Biokimia, Departemen Kimia IT
Nangka-nangkaan ini telah dieksplorasi kelompok penelitian kimia bahan alam di Departemen Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipimpin Prof Sjamsul Arifin Achmad selama 15 tahun terakhir, bahkan ada yang mendapat penghargaan RUT (Riset Unggulan Terpadu) Award.
Kandungan kimia dari spesimen akar, kulit batang, dan batang pohon nangka-nangkaan yang diteliti menghasilkan lebih dari 100 senyawa kimia baru. Salah satu contohnya adalah artoindonesianin. Nama ini telah menjadi nama trivial yang dipublikasikan pada Journal of Natural Product (Amerika Serikat).
Artoindonesianin (berasal dari kata Artocarpus dan Indonesia) mungkin memiliki makna harfiah nangka Indonesia atau senyawa kimia dari nangka yang ditemukan pertama kali oleh orang Indonesia atau senyawa kimia dari nangka hasil riset yang didanai rakyat Indonesia.
Artoindonesianin adalah senyawa kimia dari kelompok senyawa flavonoid dengan kerangka dasar dibentuk dari molekul artoindonesianin E yang terprenilasi, teroksigenasi, dan/atau tersiklisasi.
Unit monomerHampir semua struktur molekul artoindonesianin baru yang berhasil diilusidasi memiliki pola perpanjangan rantai dengan menggunakan unit monomer isopren. Mungkin unit monomer ini adalah khas untuk tanaman-tanaman bergetah, seperti tanaman karet (lateks yang dihasilkan dari polimerisasi isopren).
Senyawa-senyawa flavanoid umumnya bersifat antioksidan dan banyak yang telah digunakan sebagai salah satu komponen bahan baku obat-obatan. Bahkan, berdasarkan penelitian di Jepang, ditemukan molekul isoflavon di dalam tempe. Oleh karena molekul isoflavon bersifat antioksidan maka tempe merupakan sumber pangan yang baik untuk menjaga kesehatan, selain kandungan gizinya tinggi.
Senyawa-senyawa flavonoid dan turunannya dari tanaman nangka-nangkaan memiliki fungsi fisiologi tertentu. Ada dua kategori fungsi fisiologi senyawa flavonoid tanaman nangka-nangkaan berdasarkan sebarannya di Indonesia. Tanaman nangka-nangkaan yang tumbuh di Indonesia bagian barat, produksi senyawa flavanoid diduga berfungsi sebagai bahan kimia untuk mengatasi serangan penyakit (sebagai antimikroba atau antibakteri) bagi tanaman.
Sedangkan yang tumbuh di Indonesia bagian timur, produksi senyawa flavanoid berfungsi sebagai alat pertahanan (antivirus). Dengan menggunakan pendekatan fungsi fisiologi ini, uji biologi artoindonesianin dan kerabatnya dilakukan.
Aktivitas biologiUji biologi senyawa-senyawa artoindonesianin terhadap sel tumor P-388 menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sel P-388 adalah biakan sel tumor luekemia di laboratorium. Senyawa-senyawa artoindonesianin, artoindonesianin A, dan artoindonesianin B yang diteliti memiliki kemampuan membunuh sel tumor P-388 dengan harga LC50 (konsentrasi mematikan sel tumor percobaan separo) berturut-turut adalah 3,9, 0,2, 3,9 mikrogram per mililiter.
Ini adalah kemampuan luar biasa, karena berdasarkan data farmakologi, suatu senyawa layak digunakan sebagai antitumor bila memiliki harga LC50 dibawah 10 mikrogram per mililiter. Hasil penelitian ini merupakan berita gembira bagi penggemar gudeg jogya.
Studi molekuler lebih lanjut mengenai kerja artoindonesianin juga sedang dilakukan. Seperti diketahui, kebanyakan sel-sel kanker (tumor ganas) manusia atau penyakit serius lainnya secara molekuler selalu dihubungkan dengan kegagalan fosforilasi protein yang disebabkan oleh aktivasi berlebih atau ekspresi berlebih dari protein kinase atau hilangnya inhibitor sel.
Oleh karena itu, eksplorasi artoindonesianin sebagai inhibitor protein kinase sangat membantu penemuan obat-obat antikanker baru. Untuk itu, dukungan finansial dari pemerintah atau industri obat terhadap riset ini perlu digalakkan sehingga obat-obat tradisional kita bisa menjadi tuan rumah di rumah sendiri dan teruji secara ilmiah.
Ditulis Zeily Nurachman, Dosen Biokimia, Departemen Kimia IT
Efek Merkuri pada kehidupan
Merkuri dilambangkan dengan Hg, akronim dari Hydragyrum yang berarti perak cair. Merkuri merupakan salah satu unsur logam yang terletak pada golongan II B pada sistem periodik, dengan nomor atom 80 dan nomor massa 200.59. Logam merkuri dihasilkan secara alamiah diperoleh dari pengolahan bijihnya, Cinabar, dengan oksigen (Palar;1994).
Logam merkuri yang dihasilkan ini, digunakan dalam sintesa senyawa senyawa anorganik dan organik yang mengandung merkuri. Dalam kehidupan sehari-hari, merkuri berada dalam tiga bentuk dasar, yaitu : merkuri metalik, merkuri anorganik dan merkuri organik
Merkuri metalik dikenal juga dengan istilah merkuri unsur (mercury element), merupakan bentuk logam dari merkuri. logam ini berwarna perak. Jenis merkuri ini digunakan pada alat-alat laboratorium seperti termometer raksa, termostat, spignometer, barometer dan lainya. Secara umum logam merkuri memiliki karakteristik sebagai berikut, Berwujud cair pada suhu kamar (250C) dengan titik beku (-390C). Merupakan logam yang paling mudah menguap. Memiliki tahanan listrik yang sangat rendah, sehingga digunakan sebagai penghantar listrik yang baik. Dapat membentuk alloy dengan logam lain (disebut juga dengan amalgam)
Merkuri metalik digunakan secara luas dalam industri, diantaranya sebagai katoda dalam elektrolisis natrium klorida untuk menghasilkan soda kautik (NaOH) dan gas klorin. Logam ini juga digunakan proses ektraksi logam mulia, terutama ekstraksi emas dari bijihnya, digunakan juga sebagai katalis dalam industri kimia serta sebagai zat anti kusam dalam cat.
Merkuri metalik dapat masuk kedalam tubuh manusia melalui saluran pernapasan. Termometer merkuri yang pecah merupakan salah satu contohnya. Ketika termometer pecah, sebagian dari merkuri menguap ke udara. Merkuri metalik tersebut dapat terhirup oleh manusia yang berada di dekatnya.
Delapan puluh persen (80%) dari merkuri uap yang terhirup, diabsorbsi oleh alveoli paru-paru. Merkuri metalik ini masuk dalam sistem peredaran darah manusia dan dengan bantuan hidrogen peroksidase merkuri metalik akan dikonversi menjadi merkuri anorganik.
Penggunaan merkuri metalik yang lain dan paling umum adalah pada amalgam gigi. Amalgam gigi mengandung 50 % unsur merkuri, 35 % perak, 9 % timah 6 % tembaga dan seng. Amalgam ini digunakan sebagai penambal gigi berlobang.
Tambalan amalgam melepaskan partikel mikroskopik dan uap merkuri. Kegiatan mengunyah dan meminum makanan dan minuman yang panas menaikan frekuensi lepasnya tambalan gigi. Uap merkuri tersebut akan di serap oleh akar gigi, selaput lendir dari mulut dan gusi, dan ditelan, lalu sampai ke kerongkongan dan saluran cerna.
Merkuri metalik dalam saluran gastrointestinal akan dikonversi menjadi merkuri sulfida dan diekskresikan melalui feces. Para peneliti dari Universitas Of Calgari melaporkan bahwa 10 % merkuri yang berasal dari amalgam pada akhirnya terakumulasi di dalam organ-organ tubuh (McCandless;2003)
Merkuri metalik larut dalam lemak dan didistribusikan keseluruh tubuh. Merkuri metalik dapat menembus Blood-Brain Barier (B3) atau Plasenta Barier. Keduanya merupakan selaput yang melindungi otak atau janin dari senyawa yang membahayakan. Setelah menembus Blood-Brain Barier, merkuri metalik akan terakumulasi dalam otak. Sedangkan merkuri yang menembus Placenta Barier akan merusak pertumbuhan dan perkembangan janin. (Syaputra Irwan pada Maret 23, 2009, 12:40:00)
Referensi
Kaim, wolfgang. 1951, Bioinorganik Chemistry : Inorganic Element In The Chemistry Of Life : An Introduction and Guide. England John Wiley & Sons.
McCandless, Jaquelyn., Siregar, Ferdina (ptjm). 2003, Anak-anak dengan Otak yang “lapar”, Panduan penanganan medis untuk penyandang ganguan spectrum autism (tjm). Jakarta. Grasindo.
Palar, Heryanto. 1994, Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta. Rineke Cipta.
Patrick, Lyn. 2002, Mercury Toxicity and Anti Oksidant: part I: Role Of Gluthatione And Alpha-Lipoic Acid in The Treatment of Mercury Toxicity. Alternative Medicine Review Vol 7 (6) 456-471
Logam merkuri yang dihasilkan ini, digunakan dalam sintesa senyawa senyawa anorganik dan organik yang mengandung merkuri. Dalam kehidupan sehari-hari, merkuri berada dalam tiga bentuk dasar, yaitu : merkuri metalik, merkuri anorganik dan merkuri organik
Merkuri metalik dikenal juga dengan istilah merkuri unsur (mercury element), merupakan bentuk logam dari merkuri. logam ini berwarna perak. Jenis merkuri ini digunakan pada alat-alat laboratorium seperti termometer raksa, termostat, spignometer, barometer dan lainya. Secara umum logam merkuri memiliki karakteristik sebagai berikut, Berwujud cair pada suhu kamar (250C) dengan titik beku (-390C). Merupakan logam yang paling mudah menguap. Memiliki tahanan listrik yang sangat rendah, sehingga digunakan sebagai penghantar listrik yang baik. Dapat membentuk alloy dengan logam lain (disebut juga dengan amalgam)
Merkuri metalik digunakan secara luas dalam industri, diantaranya sebagai katoda dalam elektrolisis natrium klorida untuk menghasilkan soda kautik (NaOH) dan gas klorin. Logam ini juga digunakan proses ektraksi logam mulia, terutama ekstraksi emas dari bijihnya, digunakan juga sebagai katalis dalam industri kimia serta sebagai zat anti kusam dalam cat.
Merkuri metalik dapat masuk kedalam tubuh manusia melalui saluran pernapasan. Termometer merkuri yang pecah merupakan salah satu contohnya. Ketika termometer pecah, sebagian dari merkuri menguap ke udara. Merkuri metalik tersebut dapat terhirup oleh manusia yang berada di dekatnya.
Delapan puluh persen (80%) dari merkuri uap yang terhirup, diabsorbsi oleh alveoli paru-paru. Merkuri metalik ini masuk dalam sistem peredaran darah manusia dan dengan bantuan hidrogen peroksidase merkuri metalik akan dikonversi menjadi merkuri anorganik.
Penggunaan merkuri metalik yang lain dan paling umum adalah pada amalgam gigi. Amalgam gigi mengandung 50 % unsur merkuri, 35 % perak, 9 % timah 6 % tembaga dan seng. Amalgam ini digunakan sebagai penambal gigi berlobang.
Tambalan amalgam melepaskan partikel mikroskopik dan uap merkuri. Kegiatan mengunyah dan meminum makanan dan minuman yang panas menaikan frekuensi lepasnya tambalan gigi. Uap merkuri tersebut akan di serap oleh akar gigi, selaput lendir dari mulut dan gusi, dan ditelan, lalu sampai ke kerongkongan dan saluran cerna.
Merkuri metalik dalam saluran gastrointestinal akan dikonversi menjadi merkuri sulfida dan diekskresikan melalui feces. Para peneliti dari Universitas Of Calgari melaporkan bahwa 10 % merkuri yang berasal dari amalgam pada akhirnya terakumulasi di dalam organ-organ tubuh (McCandless;2003)
Merkuri metalik larut dalam lemak dan didistribusikan keseluruh tubuh. Merkuri metalik dapat menembus Blood-Brain Barier (B3) atau Plasenta Barier. Keduanya merupakan selaput yang melindungi otak atau janin dari senyawa yang membahayakan. Setelah menembus Blood-Brain Barier, merkuri metalik akan terakumulasi dalam otak. Sedangkan merkuri yang menembus Placenta Barier akan merusak pertumbuhan dan perkembangan janin. (Syaputra Irwan pada Maret 23, 2009, 12:40:00)
Referensi
Kaim, wolfgang. 1951, Bioinorganik Chemistry : Inorganic Element In The Chemistry Of Life : An Introduction and Guide. England John Wiley & Sons.
McCandless, Jaquelyn., Siregar, Ferdina (ptjm). 2003, Anak-anak dengan Otak yang “lapar”, Panduan penanganan medis untuk penyandang ganguan spectrum autism (tjm). Jakarta. Grasindo.
Palar, Heryanto. 1994, Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta. Rineke Cipta.
Patrick, Lyn. 2002, Mercury Toxicity and Anti Oksidant: part I: Role Of Gluthatione And Alpha-Lipoic Acid in The Treatment of Mercury Toxicity. Alternative Medicine Review Vol 7 (6) 456-471
12 Maret, 2009
Penyelamat Sistem Opreasi
Hantu Penyelamat Sistem Operasi
Pernahkah anda jengkel saat menjalankan komputer, tiba-tiba sistem operasinya ngadat, atau program aplikasinya nggak mau jalan, atau komputar terkena virus ...?
Pernahkah anda jengkel saat menjalankan komputer, tiba-tiba sistem operasinya ngadat, atau program aplikasinya nggak mau jalan, atau komputar terkena virus ...?
Atau komputer harus install ulang karena jalannya lambat
Bila hal diatas sering anda alami, sudah saatnya menggunakan program untuk back up sistem operasi dan program aplikasinya dalam satu disk. Bila sewaktu-waktu komputer anda ngadat, maka sangat mudah bagi anda untuk mengembalikan ke keadaan semula dengan memekarkan file backup yang telah anda buat.
Untuk membackup partisi atau hardisk anda dapat menggunakan program Ghost.
Program ini penggunaannya sangat simpel. baik dalam membuat backup atau memekarkan kembali partisi / disk anda.
Untuk memback up disk/partisi:
Jalankan MS DOS
Jalankan program GHOST
Pilih disk atau partisi yang akan di backup
Tentukan partisi/disk lain tempat hasil backup akan disimpan
Jalankan proses backup
Setelah backup selesai copy hasil backup ke CD atau DVD
Jalankan program GHOST
Pilih disk atau partisi yang akan di backup
Tentukan partisi/disk lain tempat hasil backup akan disimpan
Jalankan proses backup
Setelah backup selesai copy hasil backup ke CD atau DVD
Untuk Me-restore disk/partisi:
Jalankan MS DOS
Jalankan program GHOST
Pilih disk atau partisi tempat penyimpanan file image backup
Tentukan partisi/disk tempat file image backup akan diletakkan
Jalankan proses restore. dan setelah selesai boot ulang komputer anda
Jalankan MS DOS
Jalankan program GHOST
Pilih disk atau partisi tempat penyimpanan file image backup
Tentukan partisi/disk tempat file image backup akan diletakkan
Jalankan proses restore. dan setelah selesai boot ulang komputer anda
Untuk download programnya klik link berikut
DOWNLOAD
DOWNLOAD
13 Februari, 2009
OPERATING SYSTEM GRATIS, UBUNTU
OPERATING SYSTEM GRATIS, UBUNTU
FOOTER.html
HEADER.html
MD5SUMS
MD5SUMS-metalink
MD5SUMS-metalink.gpg
MD5SUMS.gpg
ubuntu-8.10-alternate-amd64.iso
ubuntu-8.10-alternate-amd64.iso.torrent
ubuntu-8.10-alternate-amd64.jigdo
ubuntu-8.10-alternate-amd64.list
ubuntu-8.10-alternate-amd64.metalink
ubuntu-8.10-alternate-amd64.template
ubuntu-8.10-alternate-i386.iso
ubuntu-8.10-alternate-i386.iso.torrent
ubuntu-8.10-alternate-i386.jigdo
ubuntu-8.10-alternate-i386.list
ubuntu-8.10-alternate-i386.metalink
ubuntu-8.10-alternate-i386.template
ubuntu-8.10-desktop-amd64.iso
ubuntu-8.10-desktop-amd64.iso.torrent
ubuntu-8.10-desktop-amd64.list
ubuntu-8.10-desktop-amd64.manifest
ubuntu-8.10-desktop-amd64.metalink
ubuntu-8.10-desktop-i386.iso
ubuntu-8.10-desktop-i386.iso.torrent
ubuntu-8.10-desktop-i386.list
ubuntu-8.10-desktop-i386.manifest
ubuntu-8.10-desktop-i386.metalink
ubuntu-8.10-mid-lpia.img
ubuntu-8.10-mid-lpia.manifest
ubuntu-8.10-server-amd64.iso
ubuntu-8.10-server-amd64.iso.torrent
ubuntu-8.10-server-amd64.jigdo
ubuntu-8.10-server-amd64.list
ubuntu-8.10-server-amd64.metalink
ubuntu-8.10-server-amd64.template
ubuntu-8.10-server-i386.iso
ubuntu-8.10-server-i386.iso.torrent
ubuntu-8.10-server-i386.jigdo
ubuntu-8.10-server-i386.list
ubuntu-8.10-server-i386.metalink
ubuntu-8.10-server-i386.template
wubi.exe
Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional. Ubuntu sendiri dikembangkan oleh komunitas sukarelawan Ubuntu dan kami mengundang Anda untuk turut serta berpartisipasi mengembangkan Ubuntu!
Komunitas Ubuntu dibentuk berdasarkan gagasan yang terdapat di dalam filosofi Ubuntu: bahwa perangkat lunak harus tersedia dengan bebas biaya, bahwa aplikasi perangkat lunak tersebut harus dapat digunakan dalam bahasa lokal masing-masing dan untuk orang-orang yang mempunyai keterbatasan fisik, dan bahwa pengguna harus mempunyai kebebasan untuk mengubah perangkat lunak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
Perihal kebebasan inilah yang membuat Ubuntu berbeda dari perangkat lunak berpemilik (proprietary); bukan hanya peralatan yang Anda butuhkan tersedia secara bebas biaya, tetapi Anda juga mempunyai hak untuk memodifikasi perangkat lunak Anda sampai perangkat lunak tersebut bekerja sesuai dengan yang Anda inginkan.
Berikut ini adalah komitmen publik tim Ubuntu untuk para penggunanya:
Ubuntu akan selalu bebas dari biaya, maka dari itu tidak akan ada biaya tambahan untuk "edisi enterprise", kami akan membuat semua pekerjaan terbaik Ubuntu tersedia untuk semua orang dengan istilah Bebas yang sama.
Ubuntu juga menyediakan dukungan komersial dari ratusan perusahaan di seluruh dunia. Ubuntu dirilis secara tetap dan dapat Anda prediksikan; rilis Ubuntu terbaru tersedia setiap enam bulan. Setiap rilis akan didukung oleh Ubuntu dengan perbaikan pada keamanan dan perbaikan lainnya secara bebas selama sekurangnya 18 bulan.
Ubuntu akan menyertakan terjemahan dan prasarana aksesibilitas terbaik yang dimiliki oleh komunitas Perangkat Lunak Bebas, hal ini berguna untuk membuat Ubuntu dapat dipergunakan oleh banyak orang. Kami juga bekerja sama dengan seluruh komunitas Perangkat Lunak Bebas dalam hal perbaikan bug dan saling membagi kode.
Ubuntu berkomitmen secara penuh terhadap prinsip-prinsip dari pengembangan perangkat lunak bebas; untuk ini kami mendorong masyarakat untuk menggunakan perangkat lunak bebas dan open source, lalu memperbaikinya dan kemudian menyebarkannya kembali.
Ubuntu cocok digunakan baik untuk desktop maupun server. Ubuntu saat ini mendukung berbagai arsitektur komputer seperti PC (Intel x86), PC 64-bita (AMD64), PowerPC (Apple iBook dan Powerbook, G4 dan G5), Sun UltraSPARC dan T1 (Sun Fire T1000 dan T2000).
Ubuntu menyertakan lebih dari 16.000 buah perangkat lunak, dan untuk instalasi desktop dapat dilakukan dengan menggunakan satu CD saja. Ubuntu menyertakan semua aplikasi standar untuk desktop mulai dari pengolah kata, aplikasi lembar sebar (spreadsheet) hingga aplikasi untuk mengakses internet, perangkat lunak untuk server web, peralatan untuk bahasa pemrograman dan tentu saja beragam permainan
Komunitas Ubuntu dibentuk berdasarkan gagasan yang terdapat di dalam filosofi Ubuntu: bahwa perangkat lunak harus tersedia dengan bebas biaya, bahwa aplikasi perangkat lunak tersebut harus dapat digunakan dalam bahasa lokal masing-masing dan untuk orang-orang yang mempunyai keterbatasan fisik, dan bahwa pengguna harus mempunyai kebebasan untuk mengubah perangkat lunak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
Perihal kebebasan inilah yang membuat Ubuntu berbeda dari perangkat lunak berpemilik (proprietary); bukan hanya peralatan yang Anda butuhkan tersedia secara bebas biaya, tetapi Anda juga mempunyai hak untuk memodifikasi perangkat lunak Anda sampai perangkat lunak tersebut bekerja sesuai dengan yang Anda inginkan.
Berikut ini adalah komitmen publik tim Ubuntu untuk para penggunanya:
Ubuntu akan selalu bebas dari biaya, maka dari itu tidak akan ada biaya tambahan untuk "edisi enterprise", kami akan membuat semua pekerjaan terbaik Ubuntu tersedia untuk semua orang dengan istilah Bebas yang sama.
Ubuntu juga menyediakan dukungan komersial dari ratusan perusahaan di seluruh dunia. Ubuntu dirilis secara tetap dan dapat Anda prediksikan; rilis Ubuntu terbaru tersedia setiap enam bulan. Setiap rilis akan didukung oleh Ubuntu dengan perbaikan pada keamanan dan perbaikan lainnya secara bebas selama sekurangnya 18 bulan.
Ubuntu akan menyertakan terjemahan dan prasarana aksesibilitas terbaik yang dimiliki oleh komunitas Perangkat Lunak Bebas, hal ini berguna untuk membuat Ubuntu dapat dipergunakan oleh banyak orang. Kami juga bekerja sama dengan seluruh komunitas Perangkat Lunak Bebas dalam hal perbaikan bug dan saling membagi kode.
Ubuntu berkomitmen secara penuh terhadap prinsip-prinsip dari pengembangan perangkat lunak bebas; untuk ini kami mendorong masyarakat untuk menggunakan perangkat lunak bebas dan open source, lalu memperbaikinya dan kemudian menyebarkannya kembali.
Ubuntu cocok digunakan baik untuk desktop maupun server. Ubuntu saat ini mendukung berbagai arsitektur komputer seperti PC (Intel x86), PC 64-bita (AMD64), PowerPC (Apple iBook dan Powerbook, G4 dan G5), Sun UltraSPARC dan T1 (Sun Fire T1000 dan T2000).
Ubuntu menyertakan lebih dari 16.000 buah perangkat lunak, dan untuk instalasi desktop dapat dilakukan dengan menggunakan satu CD saja. Ubuntu menyertakan semua aplikasi standar untuk desktop mulai dari pengolah kata, aplikasi lembar sebar (spreadsheet) hingga aplikasi untuk mengakses internet, perangkat lunak untuk server web, peralatan untuk bahasa pemrograman dan tentu saja beragam permainan
FOOTER.html
HEADER.html
MD5SUMS
MD5SUMS-metalink
MD5SUMS-metalink.gpg
MD5SUMS.gpg
ubuntu-8.10-alternate-amd64.iso
ubuntu-8.10-alternate-amd64.iso.torrent
ubuntu-8.10-alternate-amd64.jigdo
ubuntu-8.10-alternate-amd64.list
ubuntu-8.10-alternate-amd64.metalink
ubuntu-8.10-alternate-amd64.template
ubuntu-8.10-alternate-i386.iso
ubuntu-8.10-alternate-i386.iso.torrent
ubuntu-8.10-alternate-i386.jigdo
ubuntu-8.10-alternate-i386.list
ubuntu-8.10-alternate-i386.metalink
ubuntu-8.10-alternate-i386.template
ubuntu-8.10-desktop-amd64.iso
ubuntu-8.10-desktop-amd64.iso.torrent
ubuntu-8.10-desktop-amd64.list
ubuntu-8.10-desktop-amd64.manifest
ubuntu-8.10-desktop-amd64.metalink
ubuntu-8.10-desktop-i386.iso
ubuntu-8.10-desktop-i386.iso.torrent
ubuntu-8.10-desktop-i386.list
ubuntu-8.10-desktop-i386.manifest
ubuntu-8.10-desktop-i386.metalink
ubuntu-8.10-mid-lpia.img
ubuntu-8.10-mid-lpia.manifest
ubuntu-8.10-server-amd64.iso
ubuntu-8.10-server-amd64.iso.torrent
ubuntu-8.10-server-amd64.jigdo
ubuntu-8.10-server-amd64.list
ubuntu-8.10-server-amd64.metalink
ubuntu-8.10-server-amd64.template
ubuntu-8.10-server-i386.iso
ubuntu-8.10-server-i386.iso.torrent
ubuntu-8.10-server-i386.jigdo
ubuntu-8.10-server-i386.list
ubuntu-8.10-server-i386.metalink
ubuntu-8.10-server-i386.template
wubi.exe
11 Februari, 2009
Pengumuman Hasil Ujian Ulang I Pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) Tahun 2008
Pengumuman Hasil Ujian Ulang I
Pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) Tahun 2008
Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota Propinsi DIY dan Jawa Tengah
09 Februari, 2009
Program jadwal pelajaran
Program Pembuatan Jadwal Pelajaran
Untuk sekolah, pembuatan jadwal secara manual akan memakan waktu yang cukup lama. Program ini sangat membantu dalam pembuatan jadwal pelajaran dan pengaturan ruang untuk sekolah yang telah menerapkan sistem moving kelas. Penggunaan program ini juga sangat sederhana.
08 Februari, 2009
Media Pembelajaran Kimia berbasis TIK
Media Pembelajaran Kimia berbasis TIK
Untuk Bapak/Ibu Pengajar kimia yang ingim mendownload Presentasi Pembelajaran kimia,
silahkan download Link di atas
Perangkat pembelajaran kimia kelas XI SMA
Untuk Guru Pengajar kimia yang memerlukan perangkat pembelajaran kimia kelas XI , silahkan download , semoga bermanfaat
SKL KIMIA SMA
Download
Rencana Pembelajaran Kimia Kelas XI
DownLoad
Kriteria Ketuntasan Minimal Kimia Kelas XI
Download
Desain Pembelajaran Kimia Kelas XI
DownLoad
Pemetaan SK dan KD Kimia Kelas XI
Download
RPP Kimia Kelas XI Semester I
Download
RPP Kimia Kelas XI Semester II
Download
RPP Pemanfaatan Perpustakaan
Download 1
Download 2
Pengembangan Silabus Kimia SMA
Download
PCMAV 1.93
PCMAV 1.93
Telah terbit PCMAV 1.93. Berdasarkan file README.txt yang disertakan, hal-hal yang baru pada PCMAV 1.93 antara lain:
Ditambahkan, database pengenal dan pembersih 67 virus lokal/asing/varian baru yang dilaporkan menyebar di Indonesia. Total 2560 virus beserta variannya yang banyak beredar di Indonesia telah dikenal di versi 1.93 ini oleh engine internal PCMAV.
Ditambahkan, engine cleaner khusus untuk virus Autoit beserta variannya.
Ditambahkan, engine cleaner khsusus untuk virus Recycler beserta variannya yang diketahui memiliki kemampuan code injection.
Diperbaiki, kesalahan informasi pada file PCMAV.log di bagian Operating System, khsusunya saat PCMAV dijalankan di Vista.
Diperbaiki, tampilan informasi persentase pada saat proses scanning.
Diperbaiki, kesalahan deteksi (false alarm) heuristik pada beberapa program dan script.
Diperbarui, perubahan beberapa nama virus mengikuti varian baru yang ditemukan.
Perbaikan beberapa minor bug dan improvisasi kode internal untuk memastikan bahwa PCMAV Cleaner & PCMAV RealTime Protector lebih dari sekadar antivirus biasa.
Download PCMAV 1.93 (2,4 MB) dari salah satu server berikut :
Ditambahkan, database pengenal dan pembersih 67 virus lokal/asing/varian baru yang dilaporkan menyebar di Indonesia. Total 2560 virus beserta variannya yang banyak beredar di Indonesia telah dikenal di versi 1.93 ini oleh engine internal PCMAV.
Ditambahkan, engine cleaner khusus untuk virus Autoit beserta variannya.
Ditambahkan, engine cleaner khsusus untuk virus Recycler beserta variannya yang diketahui memiliki kemampuan code injection.
Diperbaiki, kesalahan informasi pada file PCMAV.log di bagian Operating System, khsusunya saat PCMAV dijalankan di Vista.
Diperbaiki, tampilan informasi persentase pada saat proses scanning.
Diperbaiki, kesalahan deteksi (false alarm) heuristik pada beberapa program dan script.
Diperbarui, perubahan beberapa nama virus mengikuti varian baru yang ditemukan.
Perbaikan beberapa minor bug dan improvisasi kode internal untuk memastikan bahwa PCMAV Cleaner & PCMAV RealTime Protector lebih dari sekadar antivirus biasa.
Download PCMAV 1.93 (2,4 MB) dari salah satu server berikut :
Bekerja dengan Excel secara Efisien
Bekerja dengan Excel secara Efisien
- Tulisan ini bukan bercerita mengenai motivation training agar Anda bekerja dengan efisien dengan menularkan semangat (kerja) motivator ke pesertanya. Namun, kapsul ini adalah teknik agar Anda bisa bekerja efisien dalam menggunakan Excel. Kalau saya sih sebagian besar waktu kerja ditemani dengan software ini. Sehingga kalau saya bekerja secara efisien dalam menggunakan Excel maka seluruh pekerjaan yang saya lakukan menjadi lebih efisien. Sisa waktu bisa buat mikir lebih (atau blogging lebih ). Pengen tau teknik apa aja yang saya lakukan? Ini dia…
1. Jangan gunakan Mouse kecuali terpaksa. Hafalkan jalan pintas (shortcut) keyboard dalam menggunakan Excel. Seperti berpindah atau menyelekesi cell, sheet, workbook, pengaksesan menu dan shortcut lainnya yang berguna dan sering dilakukan. Khusus untuk menu, gunakan Alt ditambah huruf yang bergaris bawah. Misalnya untuk Paste Special Value bisa dilakukan dengan shortcut Alt+E+S+V Enter. Bandingkan sendiri waktu yang Anda buang jika menggunakan tetikus.
2. Jika pekerjaan Anda berulang. Sebisa mungkin gunakan formula2 yang memudahkan atau kalau bisa, tambahkan macro aja. Nah, kerjaan yang biasanya selesai bermenit2 atau berjam-jam dengan cara manual, maka dengan menambahkan formula2 dan macro akan selesai in no time. Dengan sekali pencet tombol aja, Excel akan bekerja untuk Anda dan Anda bisa menemani Excel bekerja dengan mengerjakan kerjaan Anda yang lain. Atau, kalau emang lagi santai, bisa berblogging ria degh…. Oya penggunaan formula atau macro juga akan mengurangi human error yang dampaknya ya itu tadi bekerja lebih efisien dan ga dimarahin boss.
3. Pastikan spek komputer terutama Random Access Memmory-nya tinggi. Lebih tinggi lebih bagus. Karena kadangkala (kadang2 juga boleh) ukuran file Excel memiliki ukuran yang besar bahkan akan membengkak jika mengandung bahasa Macro. Sehingga, tidak ada waktu bagi Anda untuk menunggu Excel melakukan proses yang diperintah. Jangan sampai boss Anda nanya “Lagi ngapain lu?”. “Nungguin Excel nge-save file, boss!”. Apa kata dunia!
4. Jangan lupa menyimpan file Anda (Ctrl+S) dengan intensitas yg cukup sering (tapi jangan keranjingan Ctrl+S kaya temen saya) dan juga jangan lupa backup file Anda. Just in case aja, kalau2 Excelnya error atau filenya kehapus permanen. Cabe deh…. Tanpa save dan backup pasti waktu kerja Anda akan terbuang banyak untuk melakukan hal yang serupa.
OK kan. Sekarang mungkin Anda bertanya gimana cara melakukan teknik-teknik itu terutama poin 1 dan 2? (Kalau Anda ga nanya ini, hati2 loh mungkin kekritisan Anda telah berkurang, olahraga sana…!). Caranya ya (saya sih maunya) Anda ikuti terus kapsul-kapsul XQ di blog ini. Khusus untuk formula-formulaan,OK deh. Segitu dulu untuk kali ini, mudah2an berguna dan bermanfaat.
31 Januari, 2009
Kultur jaringan anggrek
Sekilas “kultur jaringan” anggrek
Perkembangan kultur jaringan di Indonesia terasa sangat lambat, bahkan hampir dikatakan jalan di tempat jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya, tidaklah heran jika impor bibit anggrek dalam bentuk ‘flask’ sempat membanjiri nursery-nursery anggrek di negara kita. Selain kesenjangan teknologi di lini akademisi, lembaga penelitian, publik dan pecinta anggrek, salah satu penyebab teknologi ini menjadi sangat lambat perkembangannya adalah karena adanya persepsi bahwa diperlukan investasi yang ’sangat mahal’ untuk membangun sebuah lab kultur jaringan, dan hanya cocok atau ‘feasible’ untuk perusahaan.
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, salah satunya adalah anggrek, diperkirakan sekitar 5000 jenis anggrek spesies tersebar di hutan wilayah Indonesia. Potensi ini sangat berharga bagi pengembang dan pecinta anggrek di Indonesia, khususnya potensi genetis untuk menghasilkan anggrek silangan yang memiliki nilai komersial tinggi. Potensi tersebut akan menjadi tidak berarti manakala penebangan hutan dan eksploitasi besar-besaran terjadi hutan kita, belum lagi pencurian terang-terangan ataupun “terselubung” dengan dalih kerjasama dan sumbangan penelitian baik oleh masyarakat kita maupun orang asing.
Sementara itu hanya sebagian kecil pihak yang mampu melakukan pengembangan dan pemanfaatan anggrek spesies, khususnya yang berkaitan dengan teknologi kultur jaringan. Tidak dipungkiri bahwa metode terbaik hingga saat ini dalam pelestarian dan perbanyakan anggrek adalah dengan kultur jaringan, karena melalui kuljar banyak hal yang bisa dilakukan dibandingkan dengan metode konvensional.
Secara prinsip, lab kultur jaringan dapat disederhanakan dengan melakukan modifikasi peralatan dan bahan yang digunakan, sehingga sangat dimungkinkan kultur jaringan seperti ‘home industri’. Hal ini dapat dilihat pada kelompok petani ‘pengkultur biji anggrek’ di Malang yang telah sedemikian banyak.
Beberapa gambaran dan potensi yang bisa dimunculkan dalam kultur jaringan diantaranya adalah :
Kultur meristem, dapat menghasilkan anggrek yang bebas virus,sehingga sangat tepat digunakan pada tanaman anggrek spesies langka yang telah terinfeksi oleh hama penyakit, termasuk virus.
Kultur anther, bisa menghasilkan anggrek dengan genetik haploid (1n), sehingga bentuknya lebih kecil jika dibandingkan dengan anggrek diploid (2n). Dengan demikian sangat dimungkinkan untuk menghasilkan tanaman anggrek mini, selain itu dengan kultur anther berpeluang memunculkan sifat resesif unggul yang pada kondisi normal tidak akan muncul karena tertutup oleh yang dominan
Dengan tekhnik poliploid dimungkinkan untuk mendapatkan tanaman anggrek ‘giant’ atau besar. Tekhnik ini salah satunya dengan memberikan induksi bahan kimia yang bersifat menghambat (cholchicine)
Kloning, tekhnik ini memungkinkan untuk dihasilkan anggrek dengan jumlah banyak dan seragam, khususnya untuk jenis anggrek bunga potong. Sebagian penganggrek telah mampu melakukan tekhnik ini.
Mutasi, secara alami mutasi sangat sulit terjadi. Beberapa literatur peluangnya 1 : 100 000 000. Dengan memberikan induksi tertentu melalui kultur jaringan hal tersebut lebih mudah untuk diatur. Tanaman yang mengalami mutasi permanen biasanya memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi
Bank plasma, dengan meminimalkan pertumbuhan secara ‘in-vitro’ kita bisa mengoleksi tanaman anggrek langka tanpa harus memiliki lahan yang luas dan perawatan intensif. Baik untuk spesies langka Indonesia maupun dari luar negeri untuk menjaga keaslian genetis yang sangat penting dalam proses pemuliaan anggrek.
Perkembangan kultur jaringan di Indonesia terasa sangat lambat, bahkan hampir dikatakan jalan di tempat jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya, tidaklah heran jika impor bibit anggrek dalam bentuk ‘flask’ sempat membanjiri nursery-nursery anggrek di negara kita. Selain kesenjangan teknologi di lini akademisi, lembaga penelitian, publik dan pecinta anggrek, salah satu penyebab teknologi ini menjadi sangat lambat perkembangannya adalah karena adanya persepsi bahwa diperlukan investasi yang ’sangat mahal’ untuk membangun sebuah lab kultur jaringan, dan hanya cocok atau ‘feasible’ untuk perusahaan.
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, salah satunya adalah anggrek, diperkirakan sekitar 5000 jenis anggrek spesies tersebar di hutan wilayah Indonesia. Potensi ini sangat berharga bagi pengembang dan pecinta anggrek di Indonesia, khususnya potensi genetis untuk menghasilkan anggrek silangan yang memiliki nilai komersial tinggi. Potensi tersebut akan menjadi tidak berarti manakala penebangan hutan dan eksploitasi besar-besaran terjadi hutan kita, belum lagi pencurian terang-terangan ataupun “terselubung” dengan dalih kerjasama dan sumbangan penelitian baik oleh masyarakat kita maupun orang asing.
Sementara itu hanya sebagian kecil pihak yang mampu melakukan pengembangan dan pemanfaatan anggrek spesies, khususnya yang berkaitan dengan teknologi kultur jaringan. Tidak dipungkiri bahwa metode terbaik hingga saat ini dalam pelestarian dan perbanyakan anggrek adalah dengan kultur jaringan, karena melalui kuljar banyak hal yang bisa dilakukan dibandingkan dengan metode konvensional.
Secara prinsip, lab kultur jaringan dapat disederhanakan dengan melakukan modifikasi peralatan dan bahan yang digunakan, sehingga sangat dimungkinkan kultur jaringan seperti ‘home industri’. Hal ini dapat dilihat pada kelompok petani ‘pengkultur biji anggrek’ di Malang yang telah sedemikian banyak.
Beberapa gambaran dan potensi yang bisa dimunculkan dalam kultur jaringan diantaranya adalah :
Kultur meristem, dapat menghasilkan anggrek yang bebas virus,sehingga sangat tepat digunakan pada tanaman anggrek spesies langka yang telah terinfeksi oleh hama penyakit, termasuk virus.
Kultur anther, bisa menghasilkan anggrek dengan genetik haploid (1n), sehingga bentuknya lebih kecil jika dibandingkan dengan anggrek diploid (2n). Dengan demikian sangat dimungkinkan untuk menghasilkan tanaman anggrek mini, selain itu dengan kultur anther berpeluang memunculkan sifat resesif unggul yang pada kondisi normal tidak akan muncul karena tertutup oleh yang dominan
Dengan tekhnik poliploid dimungkinkan untuk mendapatkan tanaman anggrek ‘giant’ atau besar. Tekhnik ini salah satunya dengan memberikan induksi bahan kimia yang bersifat menghambat (cholchicine)
Kloning, tekhnik ini memungkinkan untuk dihasilkan anggrek dengan jumlah banyak dan seragam, khususnya untuk jenis anggrek bunga potong. Sebagian penganggrek telah mampu melakukan tekhnik ini.
Mutasi, secara alami mutasi sangat sulit terjadi. Beberapa literatur peluangnya 1 : 100 000 000. Dengan memberikan induksi tertentu melalui kultur jaringan hal tersebut lebih mudah untuk diatur. Tanaman yang mengalami mutasi permanen biasanya memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi
Bank plasma, dengan meminimalkan pertumbuhan secara ‘in-vitro’ kita bisa mengoleksi tanaman anggrek langka tanpa harus memiliki lahan yang luas dan perawatan intensif. Baik untuk spesies langka Indonesia maupun dari luar negeri untuk menjaga keaslian genetis yang sangat penting dalam proses pemuliaan anggrek.
Rencana Pembelajaran Kimia SMA kelas XI Semester II
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
LARUTAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : X / 1
Standar Kompetensi : 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran dan terapannya.
Kompetensi dasar : 4.1 Mendeskripsikan teori-teori asam basa dan menentukan sifat larutan dan menghitung pH larutan.
I. Indikator:
Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Arrhenius.
2. Mengidentifikasi sifat larutan asam dan basa dengan berbagai indikator.
3. Memperkirakan pH suatu larutan elektrolit yang idak dikenal berdasarkan hasil pengamatan trayek perubahan warna berbagai indikator asam dan basa.
4. Menjelaskan pengertian kekuatan asam dan menyimpulkan hasil pengukuran pH dari bebrapa larutan asam dan basa yang konsentrasinya sama.
5. Menghubungkan kekuatan asam atau basa dengan derajat pengionan (α) dan tetapan asam (Ka) atau tetapan basa (Kb)
6. Menentukan pHlarutan asam dan basa berdsasarkan konsentrasi asam/basa dan nilai Ka/Kb.
7. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry.
8. Menuliskan persamaan reaksi asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry dan menunjukkan pasangan asam dan basa konjugasinya.
9. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis.
10. Menjelaskan penggunaan konsep pH dalam lingkungan.
II. Tujuan:
Siswa dapat,
Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Arrhenius.
Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry.
Menuliskan persamaan reaksi asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry dan menunjukkan pasangan asam dan basa konjugasinya.
Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis.
5. Mengidentifikasi sifat larutan asam dan basa dengan berbagai indikator.
Memperkirakan pH suatu larutan elektrolit yang idak dikenal berdasarkan hasil pengamatan trayek perubahan warna berbagai indikator asam dan basa.
Menjelaskan pengertian kekuatan asam dan menyimpulkan hasil pengukuran pH dari bebrapa larutan asam dan basa yang konsentrasinya sama.
8. Menghubungkan kekuatan asam atau basa dengan derajat pengionan (α) dan tetapan asam (Ka) atau tetapan basa (Kb)
Menentukan pHlarutan asam dan basa berdsasarkan konsentrasi asam/basa dan nilai Ka/Kb.
Menjelaskan penggunaan konsep pH dalam lingkungan.
III. Materi Ajar :
o Sifat larutan asam dan basa.
o Teori asam-basa Arhenius.
o Derajat keasaman.
o Derajat ionisasi (α) dan tetapan asam (Ka) dan basa (Kb).
o Teori asam-basa Brosted-Lowry.
o Aplikasi kosep pH dalam pencemaranair.
IV. Metode pendekatan:
Penyampaian informasi
Percobaan/Demonstrasi
Diskusi
Penugasan
V. Alokasi Waktu
16 Jam pelajaran
VI. Skenario Pembelajaran
Pertemuan Pertama: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan Percobaan/demonstrasi dan diskusi kelas untuk mengidentifikasi sifat larutan asam, basa dan netral dengan menggunakan kertas lakmus dan indikator pH sesuai dengan LKS 5.1.
o Melakukan Percobaan/demonstrasi dan diskusi kelas untuk mengidentifikasi sifat larutan asam, basa dan netral dengan indikator buatan sendiri sesuai dengan LKS 5.1.
o Menyimpulkan sifat asam, basa dan netral.
o Menyimpulkan cara menunjukkan asam, basa dan netral dengan indikator asam-basa industri dan buatan sendiri
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 5.2 dan LKS 5.3.
o Penutup
Pertemuan Kedua: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan sifat asam dan basa sesuai dengan LKS 5.2.
o Melakukan Percobaan/demonstrasi dan diskusi kelas untuk membahas konsep pH sesuai dengan LKS 5.3.
o Menyimpulkan teori asam-basa Arrhenius.
o Menyimpulkan konsep pH.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan Latihan 5.1 dari buku paket.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 5.4.
Pertemuan Ketiga: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Membahas pekerjaan rumah siswa (Latihan 5.1), khususnya yang dianggap sukar.
o Melakukan diskusi kelas untuk membahas kekuatan asam sesuai dengan LKS 5.4.
o Menyimpulkan hubungan kekuatan asam dengan derajat ionisasi dan tetapan asam atau tetapan basa.
Tugas Mandiri(5 menit).
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 5.5.
Pertemuan Keempat: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan diskusi kelas untuk menhitung pH larutan asam dan basa sesuai dengan LKS 5.3.
o Menyimpulkan rumus-rumus untuk menghitung pH larutan
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan Latihan 5.2.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 5.6.
Pertemuan Kelima: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Membahas pekerjaan rumus siswa (Latihan 5.2), khususnya yang dianggap sukar.
o Malakukan diskusi kelas untuk membahas trayek pH indikator asam-basa sesuai dengan LKS 5.6.
o Menyimpulkan trayek pH indikator.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 5.7.
Pertemuan Keenam: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan diskusi kelas untuk membahas teori asam-basa Brosted-Lowry dan Lewis sesuai dengan LKS 5.7.
o Menyimpulkan pengertian asam dan basa menurut Brosted-Lowry dan Lewis sesuai dengan LKS 5.7.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan Latihan 5.4 dari buku paket dan uji kompetensi dari LKS.
o Menugaskan siswa untuk menyiapkan presentasi tentang pencemaran air.
Pertemuan Ketujuh: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Membahas pekerjaan rumah siswa (Latihan 5.4 dan uji kompetensi), khususnya yang dianggap sukar.
o Presentasi siswa tentang pH sebagai indikator pencemaran air.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Mengingatkan siswa untuk ulangan pada pertemuan berikutnya.
Ulangan harian (soal dapat dilihat pada kartu soal).
Pertemuan Kedelapan: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Ulangan harian (60 menit)
o Membahas soal ulangan (20 menit)
Tugas Mandiri(5 menit)
o Mengingatkan siswa untuk remedial.
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan LKS 6.1.
VI. Alat / Bahan / Sumber Belajar :
Buku Kimia; LKS, multimedia.
VII. Penilaian:
A. PPK : KIM2201MP dan KIM2204MP
B. Praktik : KIM2202MP dan KIM2203MP
C. Afeksi : KIM2205MP
Mengetahui Guru Mata Pelajaran Kimia
Kepala Sekolah
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
STOIKIOMETRI LARUTAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : XI IPA / 2
Standar Kompetensi : 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran dan terapannya.
Kompetensi dasar : 4.2 Menghitung banyaknya pereaksi dan hasil reaksi dalam larutan elektrolit dari hasil titrasi asam basa.
I. Indikator:
11. Menentukan konsentrasi asam atau basa dengan titrasi.
12. Menentukan kadar zat melalui titrasi.
13. Menentukan indikator yang tepat digunakan untuk titrasi asam dan basa.
14. Menentukan kadar zat dari data hasil titrasi.
15. Membuat grafik titrasi dari data hasil percobaan.
II. Tujuan:
Siswa dapat,
Menentukan konsentrasi asam atau basa dengan titrasi.
Menentukan kadar zat melalui titrasi.
Menentukan indikator yang tepat digunakan untuk titrasi asam dan basa.
Menentukan kadar zat dari data hasil titrasi.
Membuat grafik titrasi dari data hasil percobaan.
III. Materi Ajar :
o Persamaan ion.
o Reaksi penetralan.
o Titrasi asam-basa.
o Kurva titrasi.
o Kurva titrasi teoritis.
o Memilih indikator.
IV. Metode pendekatan:
Penyampaian informasi
Percobaan/Demonstrasi
Diskusi
Penugasan
VII. Alokasi Waktu
10 Jam pelajaran
VIII. Skenario Pembelajaran
Pertemuan Pertama: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan demonstrasi dan diskusi kelas untuk membahas persamaan ion sesuai dengan LKS 6.1.
o Melakukan demonstrasi dan diskusi kelas untuk membahas reaksi penetralan sesuai dengan LKS 6.2.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan persamaan ion.
o Menyimpulkan reaksi penetralan.
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan Latihan 6.1 dari buku paket.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 6.3 dan 6.4.
Pertemuan Kedua: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Membahas perkerjaan rumah siswa (Latihan 6.1), khususnya yang diangap sukar.
o Melakukan demonstrasi dan diskusi kelas untuk membahas titrasi asam-basa sesuai dengan LKS 6.3.
o Melakukan demonstrasi dan diskusi kelas untuk membahas kurva titrasi sesuai dengan LKS 6.4.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan prinsip titrasi asam-basa.
o Menyimpulkan kurva titrasi.
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan Latihan 6.2 dari buku paket.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 5.5 dan 5.6.
Pertemuan Ketiga: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Membahas pekerjaan rumah siswa (Latihan 5.2), khususnya yang dianggap sukar.
o Presentasi kelopok tentang kurva titrasi teoritis.
o Melakukan dikusi kelas untuk membahas indikator titrasi yang baik sesuai dengan LKS 5.6
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan cara memilih indikator titrasi asam-basa.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 6.7.
Pertemuan Keempat: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan percobaan penetapan kadar asam asetat dalam cuka makan sesuai dengan LKS 6.7.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan hasil percobaan.
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan Latihan 6.3 dari buku paket dan uji kompotensi Bab 6 dari LKS.
o Mengingatkan siswa untuk ulangan pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan kelima: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Membahas pekerjaan rumah siswa, khususnya yang diangap sukar.
o Ulangan harian (60 menit)
o Membahas soal ulangan (20 menit)
Tugas Mandiri(5 menit)
o Mengingatkan siswa untuk remedial.
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan LKS 7.1.
VIII. Alat / Bahan / Sumber Belajar :
Buku Kimia; LKS, multimedia.
IX. Penilaian:
A. PPK : KIM2206MP
B. Praktik : KIM2208MP
C. Afeksi : KIM2207MP
Mengetahui Guru Mata Pelajaran Kimia
Kepala Sekolah
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
LARUTAN PENYANGGA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : XI IPA / 2
Standar Kompetensi : 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran dan terapannya.
Kompetensi dasar : 4.3. Mendeskripsikan sifat larutan penyangga dan peranan larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup.
I. Indikator:
16. Menganalisis larutan penyangga dan bukan penyangga melalui percobaan.
17. Menghitung pH larutan penyangga.
18. Menghitung pH larutan penyangga dengan penambahan sedikit asam atau sedikit basa atau dengan poengenceran.
19. Menjelaskan fungsi larutan penyangga dalam tubuh mahluk hidup
II. Tujuan:
Siswa dapat,
Menganalisis larutan penyangga dan bukan penyangga melalui percobaan.
2. Menghitung pH larutan penyangga.
Menghitung pH larutan penyangga dengan penambahan sedikit asam atau sedikit basa atau dengan poengenceran.
Menjelaskan fungsi larutan penyangga dalam tubuh mahluk hidup
III. Materi Ajar :
o Komponen dan fungsi larutan penyangga.
o pH larutan penyangga.
o Fungsi larutan penyangga.
IV. Metode pendekatan:
Penyampaian informasi
Percobaan/Demonstrasi
Diskusi
Penugasan
IX. Alokasi Waktu
Jam pelajaran
X. Skenario Pembelajaran
Pertemuan Pertama: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan demonstrasi dan diskusi kelas untuk membahas komponen larutan penyangga sesuai dengan LKS 7.1.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan larutan penyangga.
o Menyimpulkan komponen dan cara kerja larutan penyangga.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 7.2 dan 7.3.
o Salam penutup.
Pertemuan Kedua: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan diskusi kelas untuk membahas pH larutan penyangga sesuai dengan LKS 7.2.
o Melakukan diskusi kelas untuk membahas perubahan pH larutan penyangga sesuai dengan LKS 7.3.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan rumus untuk menghitung pH larutan penyangga.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 7.4.
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan Latihan 7.1 dari buku paket.
o Salam penutup.
Pertemuan Ketiga: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan dikusi kelas untuk membahas fungsi larutan penyangga sesuai dengan LKS 7.4.
o Membahas pekerjaan rumah siswa (Latihan 7.1), khususnya yang dianggap sukar.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan fungsi larutan penyangga.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 8.1.
o Salam penutup.
X. Alat / Bahan / Sumber Belajar :
Buku Kimia; LKS, multimedia.
XI. Penilaian:
A. PPK : KIM2210MP
B. Praktik : KIM2209MP
C. Afeksi : KIM2211MP
Mengetahui Guru Mata Pelajaran Kimia
Kepala Sekolah
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
HIDROLISIS
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : XI IPA / 2
Standar Kompetensi : 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran dan terapannya.
Kompetensi dasar : 4.4. Menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis dalam air dan pH larutan garam tersebut
I. Indikator:
20. Menentukan sifat larutan garam melalui percobaan.
21. Menjelaskan sifat larutan garam dengan konsep hidrolisis
22. Menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis.
II. Tujuan:
Siswa dapat,
Menentukan sifat larutan garam melalui percobaan.
Menjelaskan sifat larutan garam dengan konsep hidrolisis
Menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis.
III. Materi Ajar :
o Sifat Larutan garam
o Konsep hidrolisis
o pH larutan garam
IV. Metode pendekatan:
Penyampaian informasi
Percobaan/Demonstrasi
Diskusi
Penugasan
XI. Alokasi Waktu
6 Jam pelajaran
XII. Skenario Pembelajaran
Pertemuan Pertama: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan percobaan/demonstrasi dan diskusi kelas untuk mempelajari sifat larutan garam sesuai dengan LKS 8.1.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan sifat larutan garam.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 8.2 dan 8.3.
o Salam penutup.
Pertemuan Kedua: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan sifat larutan garam sesuai dengan LKS 8.2.
o Melakukan diskusi kelas untuk menghitung pH larutan garam sesuai dengan LKS 3.3.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan rumus untuk menghitung pH larutan garam
o Menugaskan siswa untuk mempelajari Latihan 8.1 dari buku paket.
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan uji kompetensi dari LKS.
o Salam penutup.
Pertemuan Ketiga: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Membahas pekerjaan rumah siswa (Latihan 7.1), khususnya yang dianggap sukar.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan soal-soal Bab 8 dari buku paket.
o Mengingatkan siswa untuk ulangan pada pertemuan berikutnya.
o Salam penutup.
Pertemuan Keempat: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Ulangan blok bab 7 dan bab 8 (60 menit).
o Membahas soal ulangan
Tugas Mandiri(5 menit)
o Mengingatkan siswa untuk remedial.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 9.1.
o Salam penutup.
XII. Alat / Bahan / Sumber Belajar :
Buku Kimia; LKS, multimedia.
XIII. Penilaian:
A. PPK : KIM2213MP
B. Praktik : KIM2212MP
C. Afeksi : KIM2214MP
Mengetahui Guru Mata Pelajaran Kimia
Kepala Sekolah
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KELARUTAN DAN HASILKALI KELARUTAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : XI IPA / 2
Standar Kompetensi : 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran dan terapannya.
Kompetensi dasar : 4.6. Memprediksi terbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan prinsip kelarutan dan hasil kali kelarutan.
I. Indikator:
1. Menjelaskan arti kelarutan dan hasilkali kelarutan.
2. Menuliskan ungkapan berbagai Ksp elektrolit yang sukar larut dalam air.
3. Menghitung kelarutan suatu elektrolit yang sukar larut berdasarkan data Ksp atau sebaliknya..
4. Menjelaskan pengaruh penambahan ion senama pada kelarutan.
5. Memperkirakan terbentuknya endapan berdasarkan harga Ksp.
II. Tujuan:
Siswa dapat,
Menjelaskan arti kelarutan dan hasilkali kelarutan.
2. Menuliskan ungkapan berbagai Ksp elektrolit yang sukar larut dalam air.
3. Menghitung kelarutan suatu elektrolit yang sukar larut berdasarkan data Ksp atau sebaliknya..
Menjelaskan pengaruh penambahan ion senama pada kelarutan.
Memperkirakan terbentuknya endapan berdasarkan harga Ksp.
III. Materi Ajar :
o Kelarutan dan hasilkali kelarutan.
o Pengaruh ion senamapada kelarutan.
o Reaksi pengendapan.
IV. Metode pendekatan:
Penyampaian informasi
Percobaan/Demonstrasi
Diskusi
Penugasan
XIII. Alokasi Waktu
6 Jam pelajaran
XIV. Skenario Pembelajaran
Pertemuan Pertama: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan percobaan/demonstrasi dan diskusi kelas untuk
1) menjelaskan pengertian kelarutan dan hasilkali kelarutan
2) hubungan kelarutan dan hasilkali kelarutan
3) menghitung nilai kelarutan berdasarkan hasilkali kelarutan dan sebaliknya
sesuai dengan LKS 9.1.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan kelarutan dan hasilkali kelarutan serta hubungan di antara keduanya.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 9.2 dan 9.3.
o Salam penutup.
Pertemuan Kedua: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan pengaruh ion senama pada kelarutan sesuai dengan LKS 9.2.
o Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan reaksi pengendapan sesuai dengan LKS 9.3.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan rumus untuk menghitung pH larutan garam.
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan Latihan 9.1 dari buku paket.
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan uji kompetensi Bab 9 dari LKS.
o Salam penutup.
Pertemuan Ketiga: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Membahas pekerjaan rumah siswa (Latihan 9.1), dan uji kompetensi dari LKS khususnya yang dianggap sukar.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan soal-soal Bab 8 dari buku paket.
o Mengingatkan siswa untuk ulangan pada pertemuan berikutnya.
o Salam penutup.
Pertemuan Keempat: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
(2) Ulangan blok bab 9 (60 menit).
(3) Membahas soal ulangan
Tugas Mandiri(5 menit)
(4) Mengingatkan siswa untuk remedial.
(5) Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 10.1.
(6) Salam penutup.
VI. Alat / Bahan / Sumber Belajar :
Buku Kimia; LKS, multimedia.
VII. Penilaian:
A. PPK : KIM2217MP
B. Praktik : KIM2218MP
C. Afeksi : KIM2219MP
Mengetahui Guru Mata Pelajaran Kimia
Kepala Sekolah
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SISTEM KOLOID
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : XI IPA / 2
Standar Kompetensi : 5. Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta peneapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi dasar : 5.1. Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
5.2. Membuat berbagai sistem koloid dengan bahan-bahan yang ada di sekitarnya.
I. Indikator:
6. Mengklasifikasikan suspensi kasar, larutan sejati dan koloid berdasarkan data hasil pengamatan (effek Tyndall, homogen/heterogen, dan penyaringan)
7. Mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersi.
8. Mendeskripsikan sifat-sifat koloid (effek Tyndall, gerak Brown, dialisis, elektroforesis, emulsi, koagulasi)
9. Menjelaskan koloid liofob dan liofil
10. Mendeskripsikan peranan koloid di industri kosmetik, makanan, dan farmasi.
11. Menjelaskan proses pembuatan koloid melalui percobaan.
II. Tujuan:
Siswa dapat,
Mengklasifikasikan suspensi kasar, larutan sejati dan koloid berdasarkan data hasil pengamatan (effek Tyndall, homogen/heterogen, dan penyaringan)
Mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersi.
Mendeskripsikan sifat-sifat koloid (effek Tyndall, gerak Brown, dialisis, elektroforesis, emulsi, koagulasi)
Menjelaskan koloid liofob dan liofil
Mendeskripsikan peranan koloid di industri kosmetik, makanan, dan farmasi.
Menjelaskan proses pembuatan koloid melalui percobaan.
III. Materi Ajar :
o Kelarutan dan hasilkali kelarutan.
o Pengaruh ion senamapada kelarutan.
o Reaksi pengendapan.
IV. Metode pendekatan:
Penyampaian informasi
Percobaan/Demonstrasi
Diskusi
Penugasan
XV. Alokasi Waktu
6 Jam pelajaran
XVI. Skenario Pembelajaran
Pertemuan Pertama: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan percobaan/demonstrasi dan diskusi kelas untuk menjelaskan klasifikasi sistem koloid sesuai dengan LKS 10.1.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan sistem koloid dan penggolongannya.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 10.2.
o Salam penutup.
Pertemuan Kedua: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan diskusi kelas untuk membahas sifat-sifat koloiod sesuai dengan LKS 10.2.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan sifat-sifat koloid.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 10.3.
o Salam penutup.
Pertemuan Ketiga: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan percobaan dan diskusi kelas untuk mempelajari pembuatan koloid sesuai dengan LKS 10.3.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan soal-soal Bab 10 dari buku paket dan soal uji kompetensi dari LKS.
o Mengingatkan siswa untuk ulangan pada pertemuan berikutnya.
o Salam penutup.
Pertemuan Keempat: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
(7) Membahas pekerjaan rumah siswa (soal-soal bab 10 dan soal uji kompetensi), khususnya yang dianggap sukar (20 menit)
(8) Ulangan blok bab 10 (45 menit).
(9) Membahas soal ulangan (10 menit)
Tugas Mandiri(5 menit)
(10) Mengingatkan siswa untuk remedial.
(11) Salam penutup.
VIII. Alat / Bahan / Sumber Belajar :
Buku Kimia; LKS, multimedia.
IX. Penilaian:
A. PPK : KIM2220MP dan KIM2223MP
B. Praktik : KIM2221MP dan KIM2224MP
C. Afeksi : KIM2222MP dan KIM2225MP
Mengetahui Guru Mata Pelajaran Kimia
Kepala Sekolah
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
LARUTAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : X / 1
Standar Kompetensi : 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran dan terapannya.
Kompetensi dasar : 4.1 Mendeskripsikan teori-teori asam basa dan menentukan sifat larutan dan menghitung pH larutan.
I. Indikator:
Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Arrhenius.
2. Mengidentifikasi sifat larutan asam dan basa dengan berbagai indikator.
3. Memperkirakan pH suatu larutan elektrolit yang idak dikenal berdasarkan hasil pengamatan trayek perubahan warna berbagai indikator asam dan basa.
4. Menjelaskan pengertian kekuatan asam dan menyimpulkan hasil pengukuran pH dari bebrapa larutan asam dan basa yang konsentrasinya sama.
5. Menghubungkan kekuatan asam atau basa dengan derajat pengionan (α) dan tetapan asam (Ka) atau tetapan basa (Kb)
6. Menentukan pHlarutan asam dan basa berdsasarkan konsentrasi asam/basa dan nilai Ka/Kb.
7. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry.
8. Menuliskan persamaan reaksi asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry dan menunjukkan pasangan asam dan basa konjugasinya.
9. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis.
10. Menjelaskan penggunaan konsep pH dalam lingkungan.
II. Tujuan:
Siswa dapat,
Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Arrhenius.
Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry.
Menuliskan persamaan reaksi asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry dan menunjukkan pasangan asam dan basa konjugasinya.
Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis.
5. Mengidentifikasi sifat larutan asam dan basa dengan berbagai indikator.
Memperkirakan pH suatu larutan elektrolit yang idak dikenal berdasarkan hasil pengamatan trayek perubahan warna berbagai indikator asam dan basa.
Menjelaskan pengertian kekuatan asam dan menyimpulkan hasil pengukuran pH dari bebrapa larutan asam dan basa yang konsentrasinya sama.
8. Menghubungkan kekuatan asam atau basa dengan derajat pengionan (α) dan tetapan asam (Ka) atau tetapan basa (Kb)
Menentukan pHlarutan asam dan basa berdsasarkan konsentrasi asam/basa dan nilai Ka/Kb.
Menjelaskan penggunaan konsep pH dalam lingkungan.
III. Materi Ajar :
o Sifat larutan asam dan basa.
o Teori asam-basa Arhenius.
o Derajat keasaman.
o Derajat ionisasi (α) dan tetapan asam (Ka) dan basa (Kb).
o Teori asam-basa Brosted-Lowry.
o Aplikasi kosep pH dalam pencemaranair.
IV. Metode pendekatan:
Penyampaian informasi
Percobaan/Demonstrasi
Diskusi
Penugasan
V. Alokasi Waktu
16 Jam pelajaran
VI. Skenario Pembelajaran
Pertemuan Pertama: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan Percobaan/demonstrasi dan diskusi kelas untuk mengidentifikasi sifat larutan asam, basa dan netral dengan menggunakan kertas lakmus dan indikator pH sesuai dengan LKS 5.1.
o Melakukan Percobaan/demonstrasi dan diskusi kelas untuk mengidentifikasi sifat larutan asam, basa dan netral dengan indikator buatan sendiri sesuai dengan LKS 5.1.
o Menyimpulkan sifat asam, basa dan netral.
o Menyimpulkan cara menunjukkan asam, basa dan netral dengan indikator asam-basa industri dan buatan sendiri
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 5.2 dan LKS 5.3.
o Penutup
Pertemuan Kedua: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan sifat asam dan basa sesuai dengan LKS 5.2.
o Melakukan Percobaan/demonstrasi dan diskusi kelas untuk membahas konsep pH sesuai dengan LKS 5.3.
o Menyimpulkan teori asam-basa Arrhenius.
o Menyimpulkan konsep pH.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan Latihan 5.1 dari buku paket.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 5.4.
Pertemuan Ketiga: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Membahas pekerjaan rumah siswa (Latihan 5.1), khususnya yang dianggap sukar.
o Melakukan diskusi kelas untuk membahas kekuatan asam sesuai dengan LKS 5.4.
o Menyimpulkan hubungan kekuatan asam dengan derajat ionisasi dan tetapan asam atau tetapan basa.
Tugas Mandiri(5 menit).
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 5.5.
Pertemuan Keempat: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan diskusi kelas untuk menhitung pH larutan asam dan basa sesuai dengan LKS 5.3.
o Menyimpulkan rumus-rumus untuk menghitung pH larutan
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan Latihan 5.2.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 5.6.
Pertemuan Kelima: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Membahas pekerjaan rumus siswa (Latihan 5.2), khususnya yang dianggap sukar.
o Malakukan diskusi kelas untuk membahas trayek pH indikator asam-basa sesuai dengan LKS 5.6.
o Menyimpulkan trayek pH indikator.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 5.7.
Pertemuan Keenam: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan diskusi kelas untuk membahas teori asam-basa Brosted-Lowry dan Lewis sesuai dengan LKS 5.7.
o Menyimpulkan pengertian asam dan basa menurut Brosted-Lowry dan Lewis sesuai dengan LKS 5.7.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan Latihan 5.4 dari buku paket dan uji kompetensi dari LKS.
o Menugaskan siswa untuk menyiapkan presentasi tentang pencemaran air.
Pertemuan Ketujuh: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Membahas pekerjaan rumah siswa (Latihan 5.4 dan uji kompetensi), khususnya yang dianggap sukar.
o Presentasi siswa tentang pH sebagai indikator pencemaran air.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Mengingatkan siswa untuk ulangan pada pertemuan berikutnya.
Ulangan harian (soal dapat dilihat pada kartu soal).
Pertemuan Kedelapan: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Ulangan harian (60 menit)
o Membahas soal ulangan (20 menit)
Tugas Mandiri(5 menit)
o Mengingatkan siswa untuk remedial.
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan LKS 6.1.
VI. Alat / Bahan / Sumber Belajar :
Buku Kimia; LKS, multimedia.
VII. Penilaian:
A. PPK : KIM2201MP dan KIM2204MP
B. Praktik : KIM2202MP dan KIM2203MP
C. Afeksi : KIM2205MP
Mengetahui Guru Mata Pelajaran Kimia
Kepala Sekolah
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
STOIKIOMETRI LARUTAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : XI IPA / 2
Standar Kompetensi : 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran dan terapannya.
Kompetensi dasar : 4.2 Menghitung banyaknya pereaksi dan hasil reaksi dalam larutan elektrolit dari hasil titrasi asam basa.
I. Indikator:
11. Menentukan konsentrasi asam atau basa dengan titrasi.
12. Menentukan kadar zat melalui titrasi.
13. Menentukan indikator yang tepat digunakan untuk titrasi asam dan basa.
14. Menentukan kadar zat dari data hasil titrasi.
15. Membuat grafik titrasi dari data hasil percobaan.
II. Tujuan:
Siswa dapat,
Menentukan konsentrasi asam atau basa dengan titrasi.
Menentukan kadar zat melalui titrasi.
Menentukan indikator yang tepat digunakan untuk titrasi asam dan basa.
Menentukan kadar zat dari data hasil titrasi.
Membuat grafik titrasi dari data hasil percobaan.
III. Materi Ajar :
o Persamaan ion.
o Reaksi penetralan.
o Titrasi asam-basa.
o Kurva titrasi.
o Kurva titrasi teoritis.
o Memilih indikator.
IV. Metode pendekatan:
Penyampaian informasi
Percobaan/Demonstrasi
Diskusi
Penugasan
VII. Alokasi Waktu
10 Jam pelajaran
VIII. Skenario Pembelajaran
Pertemuan Pertama: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan demonstrasi dan diskusi kelas untuk membahas persamaan ion sesuai dengan LKS 6.1.
o Melakukan demonstrasi dan diskusi kelas untuk membahas reaksi penetralan sesuai dengan LKS 6.2.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan persamaan ion.
o Menyimpulkan reaksi penetralan.
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan Latihan 6.1 dari buku paket.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 6.3 dan 6.4.
Pertemuan Kedua: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Membahas perkerjaan rumah siswa (Latihan 6.1), khususnya yang diangap sukar.
o Melakukan demonstrasi dan diskusi kelas untuk membahas titrasi asam-basa sesuai dengan LKS 6.3.
o Melakukan demonstrasi dan diskusi kelas untuk membahas kurva titrasi sesuai dengan LKS 6.4.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan prinsip titrasi asam-basa.
o Menyimpulkan kurva titrasi.
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan Latihan 6.2 dari buku paket.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 5.5 dan 5.6.
Pertemuan Ketiga: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Membahas pekerjaan rumah siswa (Latihan 5.2), khususnya yang dianggap sukar.
o Presentasi kelopok tentang kurva titrasi teoritis.
o Melakukan dikusi kelas untuk membahas indikator titrasi yang baik sesuai dengan LKS 5.6
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan cara memilih indikator titrasi asam-basa.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 6.7.
Pertemuan Keempat: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan percobaan penetapan kadar asam asetat dalam cuka makan sesuai dengan LKS 6.7.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan hasil percobaan.
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan Latihan 6.3 dari buku paket dan uji kompotensi Bab 6 dari LKS.
o Mengingatkan siswa untuk ulangan pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan kelima: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Membahas pekerjaan rumah siswa, khususnya yang diangap sukar.
o Ulangan harian (60 menit)
o Membahas soal ulangan (20 menit)
Tugas Mandiri(5 menit)
o Mengingatkan siswa untuk remedial.
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan LKS 7.1.
VIII. Alat / Bahan / Sumber Belajar :
Buku Kimia; LKS, multimedia.
IX. Penilaian:
A. PPK : KIM2206MP
B. Praktik : KIM2208MP
C. Afeksi : KIM2207MP
Mengetahui Guru Mata Pelajaran Kimia
Kepala Sekolah
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
LARUTAN PENYANGGA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : XI IPA / 2
Standar Kompetensi : 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran dan terapannya.
Kompetensi dasar : 4.3. Mendeskripsikan sifat larutan penyangga dan peranan larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup.
I. Indikator:
16. Menganalisis larutan penyangga dan bukan penyangga melalui percobaan.
17. Menghitung pH larutan penyangga.
18. Menghitung pH larutan penyangga dengan penambahan sedikit asam atau sedikit basa atau dengan poengenceran.
19. Menjelaskan fungsi larutan penyangga dalam tubuh mahluk hidup
II. Tujuan:
Siswa dapat,
Menganalisis larutan penyangga dan bukan penyangga melalui percobaan.
2. Menghitung pH larutan penyangga.
Menghitung pH larutan penyangga dengan penambahan sedikit asam atau sedikit basa atau dengan poengenceran.
Menjelaskan fungsi larutan penyangga dalam tubuh mahluk hidup
III. Materi Ajar :
o Komponen dan fungsi larutan penyangga.
o pH larutan penyangga.
o Fungsi larutan penyangga.
IV. Metode pendekatan:
Penyampaian informasi
Percobaan/Demonstrasi
Diskusi
Penugasan
IX. Alokasi Waktu
Jam pelajaran
X. Skenario Pembelajaran
Pertemuan Pertama: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan demonstrasi dan diskusi kelas untuk membahas komponen larutan penyangga sesuai dengan LKS 7.1.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan larutan penyangga.
o Menyimpulkan komponen dan cara kerja larutan penyangga.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 7.2 dan 7.3.
o Salam penutup.
Pertemuan Kedua: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan diskusi kelas untuk membahas pH larutan penyangga sesuai dengan LKS 7.2.
o Melakukan diskusi kelas untuk membahas perubahan pH larutan penyangga sesuai dengan LKS 7.3.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan rumus untuk menghitung pH larutan penyangga.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 7.4.
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan Latihan 7.1 dari buku paket.
o Salam penutup.
Pertemuan Ketiga: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan dikusi kelas untuk membahas fungsi larutan penyangga sesuai dengan LKS 7.4.
o Membahas pekerjaan rumah siswa (Latihan 7.1), khususnya yang dianggap sukar.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan fungsi larutan penyangga.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 8.1.
o Salam penutup.
X. Alat / Bahan / Sumber Belajar :
Buku Kimia; LKS, multimedia.
XI. Penilaian:
A. PPK : KIM2210MP
B. Praktik : KIM2209MP
C. Afeksi : KIM2211MP
Mengetahui Guru Mata Pelajaran Kimia
Kepala Sekolah
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
HIDROLISIS
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : XI IPA / 2
Standar Kompetensi : 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran dan terapannya.
Kompetensi dasar : 4.4. Menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis dalam air dan pH larutan garam tersebut
I. Indikator:
20. Menentukan sifat larutan garam melalui percobaan.
21. Menjelaskan sifat larutan garam dengan konsep hidrolisis
22. Menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis.
II. Tujuan:
Siswa dapat,
Menentukan sifat larutan garam melalui percobaan.
Menjelaskan sifat larutan garam dengan konsep hidrolisis
Menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis.
III. Materi Ajar :
o Sifat Larutan garam
o Konsep hidrolisis
o pH larutan garam
IV. Metode pendekatan:
Penyampaian informasi
Percobaan/Demonstrasi
Diskusi
Penugasan
XI. Alokasi Waktu
6 Jam pelajaran
XII. Skenario Pembelajaran
Pertemuan Pertama: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan percobaan/demonstrasi dan diskusi kelas untuk mempelajari sifat larutan garam sesuai dengan LKS 8.1.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan sifat larutan garam.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 8.2 dan 8.3.
o Salam penutup.
Pertemuan Kedua: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan sifat larutan garam sesuai dengan LKS 8.2.
o Melakukan diskusi kelas untuk menghitung pH larutan garam sesuai dengan LKS 3.3.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan rumus untuk menghitung pH larutan garam
o Menugaskan siswa untuk mempelajari Latihan 8.1 dari buku paket.
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan uji kompetensi dari LKS.
o Salam penutup.
Pertemuan Ketiga: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Membahas pekerjaan rumah siswa (Latihan 7.1), khususnya yang dianggap sukar.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan soal-soal Bab 8 dari buku paket.
o Mengingatkan siswa untuk ulangan pada pertemuan berikutnya.
o Salam penutup.
Pertemuan Keempat: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Ulangan blok bab 7 dan bab 8 (60 menit).
o Membahas soal ulangan
Tugas Mandiri(5 menit)
o Mengingatkan siswa untuk remedial.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 9.1.
o Salam penutup.
XII. Alat / Bahan / Sumber Belajar :
Buku Kimia; LKS, multimedia.
XIII. Penilaian:
A. PPK : KIM2213MP
B. Praktik : KIM2212MP
C. Afeksi : KIM2214MP
Mengetahui Guru Mata Pelajaran Kimia
Kepala Sekolah
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KELARUTAN DAN HASILKALI KELARUTAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : XI IPA / 2
Standar Kompetensi : 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran dan terapannya.
Kompetensi dasar : 4.6. Memprediksi terbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan prinsip kelarutan dan hasil kali kelarutan.
I. Indikator:
1. Menjelaskan arti kelarutan dan hasilkali kelarutan.
2. Menuliskan ungkapan berbagai Ksp elektrolit yang sukar larut dalam air.
3. Menghitung kelarutan suatu elektrolit yang sukar larut berdasarkan data Ksp atau sebaliknya..
4. Menjelaskan pengaruh penambahan ion senama pada kelarutan.
5. Memperkirakan terbentuknya endapan berdasarkan harga Ksp.
II. Tujuan:
Siswa dapat,
Menjelaskan arti kelarutan dan hasilkali kelarutan.
2. Menuliskan ungkapan berbagai Ksp elektrolit yang sukar larut dalam air.
3. Menghitung kelarutan suatu elektrolit yang sukar larut berdasarkan data Ksp atau sebaliknya..
Menjelaskan pengaruh penambahan ion senama pada kelarutan.
Memperkirakan terbentuknya endapan berdasarkan harga Ksp.
III. Materi Ajar :
o Kelarutan dan hasilkali kelarutan.
o Pengaruh ion senamapada kelarutan.
o Reaksi pengendapan.
IV. Metode pendekatan:
Penyampaian informasi
Percobaan/Demonstrasi
Diskusi
Penugasan
XIII. Alokasi Waktu
6 Jam pelajaran
XIV. Skenario Pembelajaran
Pertemuan Pertama: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan percobaan/demonstrasi dan diskusi kelas untuk
1) menjelaskan pengertian kelarutan dan hasilkali kelarutan
2) hubungan kelarutan dan hasilkali kelarutan
3) menghitung nilai kelarutan berdasarkan hasilkali kelarutan dan sebaliknya
sesuai dengan LKS 9.1.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan kelarutan dan hasilkali kelarutan serta hubungan di antara keduanya.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 9.2 dan 9.3.
o Salam penutup.
Pertemuan Kedua: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan pengaruh ion senama pada kelarutan sesuai dengan LKS 9.2.
o Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan reaksi pengendapan sesuai dengan LKS 9.3.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan rumus untuk menghitung pH larutan garam.
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan Latihan 9.1 dari buku paket.
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan uji kompetensi Bab 9 dari LKS.
o Salam penutup.
Pertemuan Ketiga: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Membahas pekerjaan rumah siswa (Latihan 9.1), dan uji kompetensi dari LKS khususnya yang dianggap sukar.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan soal-soal Bab 8 dari buku paket.
o Mengingatkan siswa untuk ulangan pada pertemuan berikutnya.
o Salam penutup.
Pertemuan Keempat: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
(2) Ulangan blok bab 9 (60 menit).
(3) Membahas soal ulangan
Tugas Mandiri(5 menit)
(4) Mengingatkan siswa untuk remedial.
(5) Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 10.1.
(6) Salam penutup.
VI. Alat / Bahan / Sumber Belajar :
Buku Kimia; LKS, multimedia.
VII. Penilaian:
A. PPK : KIM2217MP
B. Praktik : KIM2218MP
C. Afeksi : KIM2219MP
Mengetahui Guru Mata Pelajaran Kimia
Kepala Sekolah
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SISTEM KOLOID
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : XI IPA / 2
Standar Kompetensi : 5. Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta peneapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi dasar : 5.1. Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
5.2. Membuat berbagai sistem koloid dengan bahan-bahan yang ada di sekitarnya.
I. Indikator:
6. Mengklasifikasikan suspensi kasar, larutan sejati dan koloid berdasarkan data hasil pengamatan (effek Tyndall, homogen/heterogen, dan penyaringan)
7. Mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersi.
8. Mendeskripsikan sifat-sifat koloid (effek Tyndall, gerak Brown, dialisis, elektroforesis, emulsi, koagulasi)
9. Menjelaskan koloid liofob dan liofil
10. Mendeskripsikan peranan koloid di industri kosmetik, makanan, dan farmasi.
11. Menjelaskan proses pembuatan koloid melalui percobaan.
II. Tujuan:
Siswa dapat,
Mengklasifikasikan suspensi kasar, larutan sejati dan koloid berdasarkan data hasil pengamatan (effek Tyndall, homogen/heterogen, dan penyaringan)
Mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersi.
Mendeskripsikan sifat-sifat koloid (effek Tyndall, gerak Brown, dialisis, elektroforesis, emulsi, koagulasi)
Menjelaskan koloid liofob dan liofil
Mendeskripsikan peranan koloid di industri kosmetik, makanan, dan farmasi.
Menjelaskan proses pembuatan koloid melalui percobaan.
III. Materi Ajar :
o Kelarutan dan hasilkali kelarutan.
o Pengaruh ion senamapada kelarutan.
o Reaksi pengendapan.
IV. Metode pendekatan:
Penyampaian informasi
Percobaan/Demonstrasi
Diskusi
Penugasan
XV. Alokasi Waktu
6 Jam pelajaran
XVI. Skenario Pembelajaran
Pertemuan Pertama: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan percobaan/demonstrasi dan diskusi kelas untuk menjelaskan klasifikasi sistem koloid sesuai dengan LKS 10.1.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan sistem koloid dan penggolongannya.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 10.2.
o Salam penutup.
Pertemuan Kedua: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan diskusi kelas untuk membahas sifat-sifat koloiod sesuai dengan LKS 10.2.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menyimpulkan sifat-sifat koloid.
o Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS 10.3.
o Salam penutup.
Pertemuan Ketiga: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
o Melakukan percobaan dan diskusi kelas untuk mempelajari pembuatan koloid sesuai dengan LKS 10.3.
Tugas Mandiri(5 menit)
o Menugaskan siswa untuk mengerjakan soal-soal Bab 10 dari buku paket dan soal uji kompetensi dari LKS.
o Mengingatkan siswa untuk ulangan pada pertemuan berikutnya.
o Salam penutup.
Pertemuan Keempat: (2 jam pelajaran)
Tatap muka(5 menit)
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa.
o Memeriksa pekerjaan rumah siswa.
Tugas terstruktur(80 menit)
(7) Membahas pekerjaan rumah siswa (soal-soal bab 10 dan soal uji kompetensi), khususnya yang dianggap sukar (20 menit)
(8) Ulangan blok bab 10 (45 menit).
(9) Membahas soal ulangan (10 menit)
Tugas Mandiri(5 menit)
(10) Mengingatkan siswa untuk remedial.
(11) Salam penutup.
VIII. Alat / Bahan / Sumber Belajar :
Buku Kimia; LKS, multimedia.
IX. Penilaian:
A. PPK : KIM2220MP dan KIM2223MP
B. Praktik : KIM2221MP dan KIM2224MP
C. Afeksi : KIM2222MP dan KIM2225MP
Mengetahui Guru Mata Pelajaran Kimia
Kepala Sekolah
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
Rencana Pembelajaran Kimia SMA kelas XI Semester I
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Program / Semester : XI / IPA / 1
Pertemuan : 1 s/d 5
Alokasi waktu : 10 x 45 menit.
Standart Kompetensi : 1. Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat – sifat periodik unsur, struktur molekul dan sifat – sifat senyawa.
Kompetensi Dasar : 1.1. Menjelaskan peori atom bohr dan mekanika kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik.
Indikator :
Pertemuan ke – 1 :
- Menjelaskan kelemahan teori atom Bohr.
- Menjelaskan teori mekanika kuantum
Pertemuan ke – 2 :
- Menentukan bilangan kuantum kemungkinan elektron berada
- Menggambarkan bentuk orbital
- Menjelaskan kulit dan subkulit serta hubungannya dengan bilangan kuantum
Pertemuan ke – 3 dan 4 :
- Menggunakan prinsip aufbau aturan hund dan asas larangan pauli untuk menuliskan konsfigurasi elektron dan diagram orbital.
Pertemuan ke – 5 :
- Menhubungkan konfigurasi elektron suatu unsur dan letaknya dalam sistem periodik unsur..
I. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan ke – 1 :
o Siswa dapat menjelaskan kelemahan teori atom Bohr.
o Siswa dapat menjelaskan teori mekanika kuantum
Pertemuan ke – 2 :
o Siswa dapat menentukan bilangan kuantum kemungkinan elektron berada
o Siswa dapat menggambarkan bentuk orbital
o Siswa dapat menjelaskan kulit dan subkulit serta hubungannya dengan bilangan kuantum
Pertemuan ke – 3 dan 4 :
o Siswa dapat menggunakan prinsip aufbau aturan hund dan asas larangan pauli untuk menuliskan konsfigurasi elektron dan diagram orbital.
Pertemuan ke – 5 :
o Siswa dapat menhubungkan konfigurasi elektron suatu unsur dan letaknya dalam sistem periodik unsur.
II. Materi Pembelajaran
1. Teori atom Bohr
2. Teori atom mekanika kuantum
3. Bilangan kunatum dan orbital
4. Konfigurasi elektron dan hubungannya dengan sistem periodik
III. Metode Pembelajaran
Diskusi informasi
IV. Langkah – langkah Pembelajaran
Pertemuan ke – 1 :
A. TATAP MUKA (10 menit )
o Pre test tentang teori atom Bohr yang telah diberikan di kelas X
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 menit)
o Mengkaji kelemahan teori atom Bohr
o Mengkaji hubungan teori atom Bohr dengan teori mekanika kuantum, prinsip ketidakpastian dan mekanika gelombang.
o Menyimpulkan tentang hubungan teori atom Bohr dan Mekanika kuantum
C. TUGAS MANDIRI
o Mengerjakan soal latihan dari buku tugas mandiri 1 (Hal 11)
Pertemuan ke – 2 :
A. TATAP MUKA (10 menit )
o Pre test hubungan teori atom bohr dengan mekanika kuantum
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 Menit)
o Menentukan bilangan kuantum serta menggambarkan bentuk orbital s, p, d dan f.
o Mengulas pengertian kulit dan subkulit serta hubungannya dengan bilangan kuantum.
o Menarik kesimpulan tentang hubungan bilangan kuantum dengan kulit dan subkulit.
C. TUGAS MANDIRI
o Mengerjakan soal latihan dari buku tugas mandiri 2 (Hal 27)
Pertemuan ke – 3 dan 4 :
A. TATAP MUKA (15 menit )
o Tanya jawab tentang hubungan bilangan kuantum dengan kulit dan subkulit.
B. TUGAS TERSTRUKTUR (75 Menit)
o Diskusi cara penulisan konfigurasi elektron berdasarkan prinsipaufbau
o Menggambarkan diagram orbital berdasarkan aturan hund dan asas larangan pauli.
C. TUGAS MANDIRI
o Memberi tugas pada siswa tentang konfigurasi elektron beberapa unsur serta menggambarkan diagram orbital di sub kulit terakhir yang terisi elektron.
Pertemuan ke – 5 :
A. TATAP MUKA (45 menit )
o Pre test tentang konfigurasi elektron beberapa unsur
o Menentukan elektron valensi dan kulit elektron terluar dari konfigurasi elektron beberapa unsur.
o Mengamati subkulit tempat pengisian elektron terakhir.
B. TUGAS TERSTRUKTUR (45 Menit)
o Menentukan posisi atom dalam SPU berdasarkan konfigurasi elektron
C. TUGAS MANDIRI
Tugas untuk menentukan posisi unsur dalam SPU berdasarkan konfigurasi elektron
V. Alat / Bahan / Sumber :
o Alat Peraga, lembar kerja siswa, presentasi dan buku kimia
VI. Penilaian
o Tugas individu, kuis, ulangan harian dalam bentuk test tertulis
Mengetahui Guru Mata Pelajaran Kimia
Kepala Sekolah
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Program / Semester : XI / IPA / 1
Pertemuan : 6
Alokasi waktu : 2 x 45 menit.
Standart Kompetensi : 1. Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat – sifat periodik unsur, struktur molekul dan sifat – sifat senyawa.
Kompetensi Dasar : 1.2.Menjelaskan jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom dan teorihibridisasi untuk meramalkan bentuk molekul
Indikator :
- Menentukan PEB dan PEI
- Menentukan tipe molekul.
- Menentukan bentuk molekul berdasarkan teori pasangan elektron
- Menentukan bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi
I. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori pasangan elektron dan teori hibridisasi
II. Materi Pembelajaran
o Struktur lewis
o PEB dan PEI
o Tipe – tipe molekul
o Bentuk molekul
III. Metode Pembelajaran
Diskusi Informasi
IV. Langkah – langkah Pembelajaran
A. TATAP MUKA (10 Menit )
o Pre test tentang elektron valensi
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 Menit)
o Diskusi inforamsi tentang menentukan PEB dab PEI berdasarkan struktur lewis, tipe molekul , benutk molekul dan hibridisasi.
C. TUGAS MANDIRI
o Mengerjakan soal latihan dari buku tugas mandiri 3 (Hal 33)
V. Alat / Bahan / Sumber :
Buku kimia
Komputer, LCD
Internet
VI. Penilaian
a. Jenis tagihan : tugas individu dan ulangan harian
b. Bentuk intrumen : Portopolio dan test tertulis
Mengetahui Purwokerto
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Kimia
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Program / Semester : XI / IPA / 1
Pertemuan : 8 dan 9
Alokasi waktu : 4 x 45 menit.
Standart Kompetensi : 2.Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara pengukurannnya.
Kompetensi Dasar : 2.1.Mendekripsikan perubahan energi suatu reaksi, reaksi eksoterm dan reaksi endoterm.
Indikator :
Pertemuan ke – 8 :
- Menjelaskan hukum kekekalan energi.
- Membedakan sistem dan lingkungan
Pertemuan ke – 9 :
- Membedakan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm melalui percobaan
- Menggambarkan grafik reaksi eksoterm dan reaksi endoterm
Tujuan Pembelajaran
o Dapat membedakan sistem dan lingkungan
o Melalui percobaan dapat menyimpulkan perbedaan reaksi eksoterm dan endoterm
II. Materi Pembelajaran
o Sistem dan lingkungan
o Reaksi eksoterm dan reaksi endoterm
o Perubahan entalpi
III. Metode Pembelajaran
o Diskusi
o Eksperimen / demontrasi
IV. Langkah – langkah Pembelajaran
Pertemeuan ke 8 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
o Pre test mengenai hukum kekekalan energi
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 Menit)
o Diskusi kelompok untuk menyimpulkan sistem dan lingkungan.
o Diskusi reaksi eksoterm dan endoterm.
o Menyimpulkan hasil diskusi
C. TUGAS MANDIRI
o Mengerjakan soal latihan dari buku tugas mandiri 5 (Hal 62)
Pertemuan ke 9 :
A. TATAP MUKA (15 Menit )
o Memberikan penjelasan prosedur percobaan
B. TUGAS TERSTRUKTUR (75 Menit)
o Menyiapkan alat dan bahan
o Melakukan percobaan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm.
o Menyimpulkan hasil percobaan
C. TUGAS MANDIRI
o Mengerjakan soal latihan dari buku tugas mandiri 4 (Hal 58)
V. Alat / Bahan / Sumber :
o Peralatan laboratorium
o Buku kimia
VI. Penilaian
o Jenis Tagihan : tugas kelompok
o Bentuk instrumen : Performans (sikap dan kinerja)
o Laporan tertulis
Mengetahui Purwokerto
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Kimia
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Program / Semester : XI / IPA / 1
Pertemuan :
Alokasi waktu : 2 x 45 menit.
Standart Kompetensi : 1. Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat – sifat periodik unsur, struktur atom dan sifat – sifat senyawa.
Kompetensi Dasar : 1.3.Menjelaskan interaksi antar molekul (gaya antar molekul) dengan sifatnya.
Indikator :
Menjelaskan perbedaan sifat fisik (titik didih, titik beku) berdasarkan perbedaan gaya antar molekul ( gaya Van der Waals, gaya london dan ikatan hidrogen)
I. Tujuan Pembelajaran
o Dapat menjelaskan gaya antar molekul.
o Dapat menjelaskan pengaruh gaya antar molekul terhadap sifat fisik zat.
II. Materi Pembelajaran
o Gaya antar molekul terdiri dari :
- gaya Van der Waals
- gaya london
- ikatan hidrogen
III. Metode Pembelajaran
o Diskusi Informasi
IV. Langkah – langkah Pembelajaran
A. TATAP MUKA (7 Menit )
o Apresiasi ikatan kimia dan wujud zat
B. TUGAS TERSTRUKTUR (83 Menit)
o Diskusi hubungan antara fase zat dengan gaya antar molekul.
o Diskusi hubungan sifat fisik dengan gaya antar molekul
o Menyimpulkan hasil diskusi
C. TUGAS MANDIRI
o Mengerjakan soal latihan dari buku tugas mandiri 3 (Hal 33)
V. Alat / Bahan / Sumber :
o Buku kimia
VI. Penilaian
o Jenis Tagihan : tugas individu
Mengetahui Purwokerto
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Kimia
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Program / Semester : XI / IPA / 1
Pertemuan :
Alokasi waktu : 12 x 45 menit.
Standart Kompetensi : 2.Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara pengukurannya.
Kompetensi Dasar : 2.2.Menentukan ΔH reaksi berdasarkan percobaan, hukum hess, data perubahan entalpi pembentukan standar dan data energi ikatan.
Indikator :
Pertemuan ke – 1 :
- Menjelaskan macam – macam perubahan entalpi
Pertemuan ke – 2 :
- Merancang dan melakukan percobaan untuk menentukan ΔH reaksi dengan kalorimeter sederhana.
Pertemuan ke – 3 :
- Menghitung ΔH reaksi berdasarkan data hasil percobaan
Pertemuan ke – 4 :
- Menghitung ΔH reaksi berdasarkan hukum hess
Pertemuan ke – 5 :
- Menghitung ΔH reaksi berdasarkan ΔH
Pertemuan ke – 6 :
- Menghitung ΔH reaksi berdasarkan data energi ikatan.
I. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan ke – 1 :
- Mendeskripsikan macam – macam perubahan entalpi (ΔH , ΔH , ΔH )
Pertemuan ke – 2 :
- Merancang dan melakukan percobaan untuk menentukan ΔH reaksi dengan kalorimeter sederhana.
Pertemuan ke – 3 :
- Menentukan ΔH reaksi berdasarkan data hasil percobaan
Pertemuan ke – 4 :
- Menentukan ΔH reaksi berdasarkan hukum hess
Pertemuan ke – 5 :
- Menentukan ΔH reaksi berdasarkan ΔH
Pertemuan ke – 6 :
- Menentukan ΔH reaksi berdasarkan data energi ikatan.
II. Materi Pembelajaran
- Penentuan ΔH reaksi : ΔH , ΔH , ΔH
- Kalorimeter sederhana.
- ΔH reaksi berdasarkan data hasil percobaan
- ΔH reaksi berdasarkan hukum hess
- ΔH reaksi berdasarkan ΔH
- ΔH reaksi berdasarkan data energi ikatan.
-
III. Metode Pembelajaran
o Diskusi Informasi
o Praktikum
o Kuis
IV. Langkah – langkah Pembelajaran
Pertemuan ke – 1 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
o Motivasi
o Apersepsi
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 Menit)
o Mengkaji macam – macam perubahan entalpi.
C. TUGAS MANDIRI
o Pemberian tugas tentang macam – macam perubahan entalpi
Pertemuan ke – 2 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
o Membagi siswa menjadi beberapa kelompok
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 Menit)
o Melakukan praktikum.
C. TUGAS MANDIRI
o Membuat laporan hasil praktikum.
Pertemuan ke – 3 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
o Diskusi data hasil percobaan sebelumnya
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 Menit)
o Percobaan menghitung perubahan entalpi berdasarkan percobaan.
o Menyimpulkan data percobaan.
C. TUGAS MANDIRI
o Membuat laporan hasil praktikum.
Pertemuan ke – 4, 5 dan 6 :
A. TATAP MUKA (3 x 10 Menit )
o Pre test tentang macam – macam perubahan entalpi
B. TUGAS TERSTUKTUR
o Menghitung ΔH reaksi berdasarkan hukum Hess
o Menghitung ΔH reaksi berdasarkan ΔH
o Menghitung ΔH reaksi berdasarkan energi ikatan
C. TUGAS MANDIRI
o Pos test mengenai perubahan entalpi
V. Alat / Bahan / Sumber :
o Buku kimia
o LKS
o Alat dan bahan praktikum
VI. Penilaian
o Jenis Tagihan : tugas individu
Laporan hasil percobaan
Mengetahui Purwokerto
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Kimia
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Program / Semester : XI / IPA / 1
Pertemuan :
Alokasi waktu : 4 x 45 menit.
Standart Kompetensi : 3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia dan faktor – faktor yang mempengaruhinya serta penerapannya dalam kehidupan sehari – hari dan industri.
Kompetensi Dasar : 3.1. Mendeskripsikan pengertian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
Indikator :
o Menghitung konsentrasi larutan ( Molaritas)
o Menjelaskan pengertian laju reaksi
o Menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaksi dengan percobaan
o Menafsirkan grafik dan data percobaan tentang faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaksi
o
Tujuan Pembelajaran
o Menghitung konsentrasi larutan ( Molaritas)
o Menjelaskan pengertian laju reaksi
o Menganalisis faktor – faktor yang mempenngaruhi laju reaksi
I. Materi Pembelajaran
- Konsentrasi larutan ( Molaritas)
- Pengenceran larutan
- Definisi laju reaksi
- Faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaksi
II. Metode Pembelajaran
o Diskusi Informasi
o Demontrasi
o Eksperimen
III. Langkah – langkah Pembelajaran
Pertemuan ke 1:
A. TATAP MUKA (10 Menit )
- Apresiasi pengertian larutan dan massa molar
- Melakukan demontrasi pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 Menit)
- Mendiskusikan dan menyimpulkan hasil demontrasi
C. TUGAS MANDIRI
- Membuat laporan hasil diskusi
Pertemuan ke 2 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
- Pembagian kelompok praktikum
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 Menit)
- Melakukan eksperimen tentang faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
- Mendiskusikan dan menyimpulkan hasil eksperimen.
C. TUGAS MANDIRI
- Membuat Laporan hasil percobaan
- Mengerjakan soal latihan dari buku tugas mandiri 7 (Hal 103)
IV. Alat / Bahan / Sumber :
o Buku kimia
o Alat dan bahan (terlampir)
o
V. Penilaian
o Jenis Tagihan : tugas individu
Laporan hasil praktikum
Mengetahui Purwokerto
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Kimia
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Program / Semester : XI / IPA / 1
Pertemuan :
Alokasi waktu : 10 x 45 menit.
Standart Kompetensi : 3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia dan faktor yang mempengaruhinya serta penerapannya dalam kehidupan sehari – hari dan industri.
Kompetensi Dasar : 3.2. Memahami teori tumbukan untukmenjelaskan faktor – faktor penentu laju dan arah reaksi serta terapannya dalam kehidupan sehari - hari.
Indikator :
o Menjelaskan pengaruh konsentrasi, luas permukaan dan suhu terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan
o Membedakan diagram energi aktifasi dari reaksi dengan menggunakan katalis dan tidak menggunakan katalis.
o Menjelaskan pengertian peranan katalis dan energi aktifasi dengan menggunakan diagram.
o Menentukan orde reaksi berdasarkan data percobaan
o Menentukan persamaan laju reaksi
o Menentukan harga tetapan laju reaksi (k)
o Menjelaskan peranan katalis dalam makhluk hidup dan industri
I. Tujuan Pembelajaran
o Dapat menjelaskan pengaruh konsentrasi, luas permukaan dan suhu terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan
o Dapat membedakan diagram energi aktifasi dari reaksi dengan menggunakan katalis dan tidak menggunakan katalis.
o Dapat menjelaskan pengertian peranan katalis dan energi aktifasi dengan menggunakan diagram.
o Dapat menentukan orde reaksi berdasarkan data percobaan
o Dapat menentukan persamaan laju reaksi
o Dapat menentukan harga tetapan laju reaksi (k)
o Dapat menjelaskan peranan katalis dalam makhluk hidup dan industri
II. Materi Pembelajaran
o Teori tumbukan
o Pengaruh katalisator
III. Metode Pembelajaran
o Diskusi kelompok
IV. Langkah – langkah Pembelajaran
Pertemuan ke 1 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
o Apresiasi faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaksi
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 Menit)
o Diskusi kelompok mengenai teori tumbukan dan katalisator
o Menyimpulkan hasil diskusi
C. TUGAS MANDIRI
- Mengerjakan soal latihan dari buku tugas mandiri 8 (Hal 123-125)
Pertemuan ke 2 s/d 4 :
A. TATAP MUKA (30 Menit )
o Pre test pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi (10’)
o Menyajikan data hasil percobaan (20’)
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 Menit)
o Menganalisis data hasil percobaan (80’)
o Mendeskripsikan pengertian orde reaksi (160’)
C. TUGAS MANDIRI
o Pemberian tugas mengenai persamaan laju reaksi dan orde reaksi.
Pertemuan ke 5 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
o Pre test pengaruh katalis terhadap laju reaksi
B. TUGAS TERSTUKTUR (80 Menit)
o Diskusi kelompok tentang peranan katalis dalam makhluk hidup dan industri
o Menyimpulkan hasil diskusi
C. TUGAS MANDIRI
- Menuliskan jenis-jenis katalis dalam stubuh manusia dan menjelaskan peranannya.
V. Alat / Bahan / Sumber :
o Buku kimia
VI. Penilaian
o Jenis Tagihan : tugas individu
o Performans ( kinerja dan sikap )
Mengetahui Purwokerto
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Kimia
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Program / Semester : XI / IPA / 1
Pertemuan :
Alokasi waktu : 4 x 45 menit.
Standart Kompetensi : 3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia dan faktor yang mempengaruhinya serta penerapannya dalam kehidupan sehari – hari dan industri.
Kompetensi Dasar : 3.3.Menjelaskan kesetimbangan dan faktor – faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan dengan melakukan percobaan.
Indikator :
o Menjelaskan kesetimbangan dinamis
o Menjelaskan kesetimbangan homogen dan heterogen
o Menentukan rumusan tetapan kesetimbangan
o Meramalkan arah pergerseran kesetimbangan dengan menggunakan asas Le Chatelier
o Menganalisis pengaruh perubahan suhu, konsentrasi, tekanan, dan volume pada pergeseran kesetimbangan melalui percobaan
Tujuan Pembelajaran
o Dapat menjelaskan kesetimbangan dinamis
o Dapat menjelaskan kesetimbangan homogen dan heterogen
o Dapat menentukan rumusan tetapan kesetimbangan
o Dapat meramalkan arah pergerseran kesetimbangan dengan menggunakan asas Le Chatelier
o Dapat menganalisis pengaruh perubahan suhu, konsentrasi, tekanan, dan volume pada pergeseran kesetimbangan melalui percobaan
I. Materi Pembelajaran
o Kesetimbangan dinamis
o Faktor – faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan
II. Metode Pembelajaran
o Diskusi kelompok
o Tanya jawab
o Eksperimen
III. Langkah – langkah Pembelajaran
Pertemuan 1 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
Motivasi dan Apersepsi
B. TUGAS TERSTUKTUR (80 Menit)
o Diskusi kelompok mengenai kesetimbangan dinamis
o Diskusi kelompok mengenai kesetimbangan homogen dan heterogen
o Membuat rumusan Kc dari reaksi kesetimbangan
o Menjelaskan berlakunya asas Le Chatelier
C. TUGAS MANDIRI
o Menyimpulkan hasil diskusi
Pertemuan 2 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
o Penjelasan dalam penggunaan dan Mempersiapkan alat dan bahan praktikum
B. TUGAS TERSTUKTUR (80 Menit)
o Eksperimen tentang pergeseran kesetimbangan
C. TUGAS MANDIRI
o Membuat laporan percobaan
IV. Alat / Bahan / Sumber :
o Buku kimia
o LKS
o Alat dan bahan percobaan
V. Penilaian
o Jenis Tagihan : tugas individu
o Performans ( kinerja dan sikap )
Mengetahui Purwokerto
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Kimia
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Program / Semester : XI / IPA / 1
Pertemuan :
Alokasi waktu : 12 x 45 menit.( 2 JP = UH)
Standart Kompetensi : 3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia dan faktor yang mempengaruhinya serta penerapannya dalam kehidupan sehari – hari dan industri.
Kompetensi Dasar : 3.4.Menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan.
Indikator :
o Menafsirkan data percobaan mengenai konsentrasi pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang untuk menentukan derajat disosiasi dan tetapan kesetimbangan
o Menghitung harga Kc berdasarkan konsentrasi zat dalam kesetimbangan
o Menghitung harga Kp berdasarkan tekanan parsial gas pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang.
o Menghitung harga Kc berdasarkan harga Kp atau sebaliknya
I. Tujuan Pembelajaran
o Dapat menafsirkan data percobaan mengenai konsentrasi pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang untuk menentukan derajat disosiasi dan tetapan kesetimbangan
o Dapat menghitung harga Kc berdasarkan konsentrasi zat dalam kesetimbangan
o Dapat menghitung harga Kp berdasarkan tekanan parsial gas pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang.
o Dapat menghitung harga Kc berdasarkan harga Kp atau sebaliknya
II. Materi Pembelajaran
o Hubungan kuantitatif antara pereaksi dan hasil reaksi dari reaksi kesetimbangan
III. Metode Pembelajaran
o Diskusi kelompok
o Tanya jawab
IV. Langkah – langkah Pembelajaran
Pertemuan 1 dan 2 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
Motivasi dan Apersepsi
B. TUGAS TERSTUKTUR (80 Menit)
o Diskusi kelompok mengenai konsentrasi pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang untuk menentukan derajat disosiasi dan tetapan kesetimbangan
o Menyimpulkan hasil diskusi
C. TUGAS MANDIRI
o Mengerjakan soal latihan dari buku tugas mandiri 11 (Hal 154-155)
Pertemuan 3 ,4 dan 5 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
o Motivasi dan Apersepsi
B. TUGAS TERSTUKTUR (80 Menit)
o menghitung harga Kp berdasarkan tekanan parsial gas pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang
o menghitung harga Kc berdasarkan konsentrasi zat dalam kesetimbangan
o Dapat menghitung harga Kp berdasarkan tekanan parsial gas pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang C. TUGAS MANDIRI
C. TUGAS MANDIRI
V. Alat / Bahan / Sumber :
o Buku kimia dan LKS
VI. Penilaian
o Jenis Tagihan : tugas individu, Ulangan Harian
Mengetahui Purwokerto
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Kimia
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Program / Semester : XI / IPA / 1
Pertemuan :
Alokasi waktu : 4 x 45 menit.
Standart Kompetensi : 3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia dan faktor yang mempengaruhinya serta penerapannya dalam kehidupan sehari – hari dan industri.
Kompetensi Dasar : 3.5. Menjelaskan penerapan prinsip kesetimbangan dalam kehidupan sehari – hari dan industri
Indikator :
o Menjelaskan kondisi optimum untuk memproduksi bahan – bahan kimia di industri yang didasarkan pada reaksi kesetimbangan
I. Tujuan Pembelajaran
o Dapat Menjelaskan kondisi optimum untuk memproduksi bahan – bahan kimia di industri yang didasarkan pada reaksi kesetimbangan
II. Materi Pembelajaran
o Proses Haber Bosch dan proses kontak
III. Metode Pembelajaran
o Diskusi kelompok
o Tanya jawab
IV. Langkah – langkah Pembelajaran
Pertemuan 1 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
Pre test faktor – faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan
B. TUGAS TERSTUKTUR (80 Menit)
o Diskusi kelompok mengenai kondisi optimum untuk memproduksi bahan – bahan kimia di industri berdasarkan pada reaksi kesetimbangan
o Menyimpulkan hasil diskusi
C. TUGAS MANDIRI
o Membuat laporan hasil diskusi
V. Alat / Bahan / Sumber :
o Buku kimia
o LKS
VI. Penilaian
o Jenis Tagihan : tugas individu
Ulangan Harian
Mengetahui Purwokerto
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Kimia
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Program / Semester : XI / IPA / 1
Pertemuan : 1 s/d 5
Alokasi waktu : 10 x 45 menit.
Standart Kompetensi : 1. Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat – sifat periodik unsur, struktur molekul dan sifat – sifat senyawa.
Kompetensi Dasar : 1.1. Menjelaskan peori atom bohr dan mekanika kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik.
Indikator :
Pertemuan ke – 1 :
- Menjelaskan kelemahan teori atom Bohr.
- Menjelaskan teori mekanika kuantum
Pertemuan ke – 2 :
- Menentukan bilangan kuantum kemungkinan elektron berada
- Menggambarkan bentuk orbital
- Menjelaskan kulit dan subkulit serta hubungannya dengan bilangan kuantum
Pertemuan ke – 3 dan 4 :
- Menggunakan prinsip aufbau aturan hund dan asas larangan pauli untuk menuliskan konsfigurasi elektron dan diagram orbital.
Pertemuan ke – 5 :
- Menhubungkan konfigurasi elektron suatu unsur dan letaknya dalam sistem periodik unsur..
I. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan ke – 1 :
o Siswa dapat menjelaskan kelemahan teori atom Bohr.
o Siswa dapat menjelaskan teori mekanika kuantum
Pertemuan ke – 2 :
o Siswa dapat menentukan bilangan kuantum kemungkinan elektron berada
o Siswa dapat menggambarkan bentuk orbital
o Siswa dapat menjelaskan kulit dan subkulit serta hubungannya dengan bilangan kuantum
Pertemuan ke – 3 dan 4 :
o Siswa dapat menggunakan prinsip aufbau aturan hund dan asas larangan pauli untuk menuliskan konsfigurasi elektron dan diagram orbital.
Pertemuan ke – 5 :
o Siswa dapat menhubungkan konfigurasi elektron suatu unsur dan letaknya dalam sistem periodik unsur.
II. Materi Pembelajaran
1. Teori atom Bohr
2. Teori atom mekanika kuantum
3. Bilangan kunatum dan orbital
4. Konfigurasi elektron dan hubungannya dengan sistem periodik
III. Metode Pembelajaran
Diskusi informasi
IV. Langkah – langkah Pembelajaran
Pertemuan ke – 1 :
A. TATAP MUKA (10 menit )
o Pre test tentang teori atom Bohr yang telah diberikan di kelas X
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 menit)
o Mengkaji kelemahan teori atom Bohr
o Mengkaji hubungan teori atom Bohr dengan teori mekanika kuantum, prinsip ketidakpastian dan mekanika gelombang.
o Menyimpulkan tentang hubungan teori atom Bohr dan Mekanika kuantum
C. TUGAS MANDIRI
o Mengerjakan soal latihan dari buku tugas mandiri 1 (Hal 11)
Pertemuan ke – 2 :
A. TATAP MUKA (10 menit )
o Pre test hubungan teori atom bohr dengan mekanika kuantum
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 Menit)
o Menentukan bilangan kuantum serta menggambarkan bentuk orbital s, p, d dan f.
o Mengulas pengertian kulit dan subkulit serta hubungannya dengan bilangan kuantum.
o Menarik kesimpulan tentang hubungan bilangan kuantum dengan kulit dan subkulit.
C. TUGAS MANDIRI
o Mengerjakan soal latihan dari buku tugas mandiri 2 (Hal 27)
Pertemuan ke – 3 dan 4 :
A. TATAP MUKA (15 menit )
o Tanya jawab tentang hubungan bilangan kuantum dengan kulit dan subkulit.
B. TUGAS TERSTRUKTUR (75 Menit)
o Diskusi cara penulisan konfigurasi elektron berdasarkan prinsipaufbau
o Menggambarkan diagram orbital berdasarkan aturan hund dan asas larangan pauli.
C. TUGAS MANDIRI
o Memberi tugas pada siswa tentang konfigurasi elektron beberapa unsur serta menggambarkan diagram orbital di sub kulit terakhir yang terisi elektron.
Pertemuan ke – 5 :
A. TATAP MUKA (45 menit )
o Pre test tentang konfigurasi elektron beberapa unsur
o Menentukan elektron valensi dan kulit elektron terluar dari konfigurasi elektron beberapa unsur.
o Mengamati subkulit tempat pengisian elektron terakhir.
B. TUGAS TERSTRUKTUR (45 Menit)
o Menentukan posisi atom dalam SPU berdasarkan konfigurasi elektron
C. TUGAS MANDIRI
Tugas untuk menentukan posisi unsur dalam SPU berdasarkan konfigurasi elektron
V. Alat / Bahan / Sumber :
o Alat Peraga, lembar kerja siswa, presentasi dan buku kimia
VI. Penilaian
o Tugas individu, kuis, ulangan harian dalam bentuk test tertulis
Mengetahui Guru Mata Pelajaran Kimia
Kepala Sekolah
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Program / Semester : XI / IPA / 1
Pertemuan : 6
Alokasi waktu : 2 x 45 menit.
Standart Kompetensi : 1. Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat – sifat periodik unsur, struktur molekul dan sifat – sifat senyawa.
Kompetensi Dasar : 1.2.Menjelaskan jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom dan teorihibridisasi untuk meramalkan bentuk molekul
Indikator :
- Menentukan PEB dan PEI
- Menentukan tipe molekul.
- Menentukan bentuk molekul berdasarkan teori pasangan elektron
- Menentukan bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi
I. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori pasangan elektron dan teori hibridisasi
II. Materi Pembelajaran
o Struktur lewis
o PEB dan PEI
o Tipe – tipe molekul
o Bentuk molekul
III. Metode Pembelajaran
Diskusi Informasi
IV. Langkah – langkah Pembelajaran
A. TATAP MUKA (10 Menit )
o Pre test tentang elektron valensi
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 Menit)
o Diskusi inforamsi tentang menentukan PEB dab PEI berdasarkan struktur lewis, tipe molekul , benutk molekul dan hibridisasi.
C. TUGAS MANDIRI
o Mengerjakan soal latihan dari buku tugas mandiri 3 (Hal 33)
V. Alat / Bahan / Sumber :
Buku kimia
Komputer, LCD
Internet
VI. Penilaian
a. Jenis tagihan : tugas individu dan ulangan harian
b. Bentuk intrumen : Portopolio dan test tertulis
Mengetahui Purwokerto
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Kimia
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Program / Semester : XI / IPA / 1
Pertemuan : 8 dan 9
Alokasi waktu : 4 x 45 menit.
Standart Kompetensi : 2.Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara pengukurannnya.
Kompetensi Dasar : 2.1.Mendekripsikan perubahan energi suatu reaksi, reaksi eksoterm dan reaksi endoterm.
Indikator :
Pertemuan ke – 8 :
- Menjelaskan hukum kekekalan energi.
- Membedakan sistem dan lingkungan
Pertemuan ke – 9 :
- Membedakan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm melalui percobaan
- Menggambarkan grafik reaksi eksoterm dan reaksi endoterm
Tujuan Pembelajaran
o Dapat membedakan sistem dan lingkungan
o Melalui percobaan dapat menyimpulkan perbedaan reaksi eksoterm dan endoterm
II. Materi Pembelajaran
o Sistem dan lingkungan
o Reaksi eksoterm dan reaksi endoterm
o Perubahan entalpi
III. Metode Pembelajaran
o Diskusi
o Eksperimen / demontrasi
IV. Langkah – langkah Pembelajaran
Pertemeuan ke 8 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
o Pre test mengenai hukum kekekalan energi
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 Menit)
o Diskusi kelompok untuk menyimpulkan sistem dan lingkungan.
o Diskusi reaksi eksoterm dan endoterm.
o Menyimpulkan hasil diskusi
C. TUGAS MANDIRI
o Mengerjakan soal latihan dari buku tugas mandiri 5 (Hal 62)
Pertemuan ke 9 :
A. TATAP MUKA (15 Menit )
o Memberikan penjelasan prosedur percobaan
B. TUGAS TERSTRUKTUR (75 Menit)
o Menyiapkan alat dan bahan
o Melakukan percobaan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm.
o Menyimpulkan hasil percobaan
C. TUGAS MANDIRI
o Mengerjakan soal latihan dari buku tugas mandiri 4 (Hal 58)
V. Alat / Bahan / Sumber :
o Peralatan laboratorium
o Buku kimia
VI. Penilaian
o Jenis Tagihan : tugas kelompok
o Bentuk instrumen : Performans (sikap dan kinerja)
o Laporan tertulis
Mengetahui Purwokerto
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Kimia
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Program / Semester : XI / IPA / 1
Pertemuan :
Alokasi waktu : 2 x 45 menit.
Standart Kompetensi : 1. Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat – sifat periodik unsur, struktur atom dan sifat – sifat senyawa.
Kompetensi Dasar : 1.3.Menjelaskan interaksi antar molekul (gaya antar molekul) dengan sifatnya.
Indikator :
Menjelaskan perbedaan sifat fisik (titik didih, titik beku) berdasarkan perbedaan gaya antar molekul ( gaya Van der Waals, gaya london dan ikatan hidrogen)
I. Tujuan Pembelajaran
o Dapat menjelaskan gaya antar molekul.
o Dapat menjelaskan pengaruh gaya antar molekul terhadap sifat fisik zat.
II. Materi Pembelajaran
o Gaya antar molekul terdiri dari :
- gaya Van der Waals
- gaya london
- ikatan hidrogen
III. Metode Pembelajaran
o Diskusi Informasi
IV. Langkah – langkah Pembelajaran
A. TATAP MUKA (7 Menit )
o Apresiasi ikatan kimia dan wujud zat
B. TUGAS TERSTRUKTUR (83 Menit)
o Diskusi hubungan antara fase zat dengan gaya antar molekul.
o Diskusi hubungan sifat fisik dengan gaya antar molekul
o Menyimpulkan hasil diskusi
C. TUGAS MANDIRI
o Mengerjakan soal latihan dari buku tugas mandiri 3 (Hal 33)
V. Alat / Bahan / Sumber :
o Buku kimia
VI. Penilaian
o Jenis Tagihan : tugas individu
Mengetahui Purwokerto
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Kimia
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Program / Semester : XI / IPA / 1
Pertemuan :
Alokasi waktu : 12 x 45 menit.
Standart Kompetensi : 2.Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara pengukurannya.
Kompetensi Dasar : 2.2.Menentukan ΔH reaksi berdasarkan percobaan, hukum hess, data perubahan entalpi pembentukan standar dan data energi ikatan.
Indikator :
Pertemuan ke – 1 :
- Menjelaskan macam – macam perubahan entalpi
Pertemuan ke – 2 :
- Merancang dan melakukan percobaan untuk menentukan ΔH reaksi dengan kalorimeter sederhana.
Pertemuan ke – 3 :
- Menghitung ΔH reaksi berdasarkan data hasil percobaan
Pertemuan ke – 4 :
- Menghitung ΔH reaksi berdasarkan hukum hess
Pertemuan ke – 5 :
- Menghitung ΔH reaksi berdasarkan ΔH
Pertemuan ke – 6 :
- Menghitung ΔH reaksi berdasarkan data energi ikatan.
I. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan ke – 1 :
- Mendeskripsikan macam – macam perubahan entalpi (ΔH , ΔH , ΔH )
Pertemuan ke – 2 :
- Merancang dan melakukan percobaan untuk menentukan ΔH reaksi dengan kalorimeter sederhana.
Pertemuan ke – 3 :
- Menentukan ΔH reaksi berdasarkan data hasil percobaan
Pertemuan ke – 4 :
- Menentukan ΔH reaksi berdasarkan hukum hess
Pertemuan ke – 5 :
- Menentukan ΔH reaksi berdasarkan ΔH
Pertemuan ke – 6 :
- Menentukan ΔH reaksi berdasarkan data energi ikatan.
II. Materi Pembelajaran
- Penentuan ΔH reaksi : ΔH , ΔH , ΔH
- Kalorimeter sederhana.
- ΔH reaksi berdasarkan data hasil percobaan
- ΔH reaksi berdasarkan hukum hess
- ΔH reaksi berdasarkan ΔH
- ΔH reaksi berdasarkan data energi ikatan.
-
III. Metode Pembelajaran
o Diskusi Informasi
o Praktikum
o Kuis
IV. Langkah – langkah Pembelajaran
Pertemuan ke – 1 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
o Motivasi
o Apersepsi
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 Menit)
o Mengkaji macam – macam perubahan entalpi.
C. TUGAS MANDIRI
o Pemberian tugas tentang macam – macam perubahan entalpi
Pertemuan ke – 2 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
o Membagi siswa menjadi beberapa kelompok
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 Menit)
o Melakukan praktikum.
C. TUGAS MANDIRI
o Membuat laporan hasil praktikum.
Pertemuan ke – 3 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
o Diskusi data hasil percobaan sebelumnya
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 Menit)
o Percobaan menghitung perubahan entalpi berdasarkan percobaan.
o Menyimpulkan data percobaan.
C. TUGAS MANDIRI
o Membuat laporan hasil praktikum.
Pertemuan ke – 4, 5 dan 6 :
A. TATAP MUKA (3 x 10 Menit )
o Pre test tentang macam – macam perubahan entalpi
B. TUGAS TERSTUKTUR
o Menghitung ΔH reaksi berdasarkan hukum Hess
o Menghitung ΔH reaksi berdasarkan ΔH
o Menghitung ΔH reaksi berdasarkan energi ikatan
C. TUGAS MANDIRI
o Pos test mengenai perubahan entalpi
V. Alat / Bahan / Sumber :
o Buku kimia
o LKS
o Alat dan bahan praktikum
VI. Penilaian
o Jenis Tagihan : tugas individu
Laporan hasil percobaan
Mengetahui Purwokerto
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Kimia
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Program / Semester : XI / IPA / 1
Pertemuan :
Alokasi waktu : 4 x 45 menit.
Standart Kompetensi : 3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia dan faktor – faktor yang mempengaruhinya serta penerapannya dalam kehidupan sehari – hari dan industri.
Kompetensi Dasar : 3.1. Mendeskripsikan pengertian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
Indikator :
o Menghitung konsentrasi larutan ( Molaritas)
o Menjelaskan pengertian laju reaksi
o Menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaksi dengan percobaan
o Menafsirkan grafik dan data percobaan tentang faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaksi
o
Tujuan Pembelajaran
o Menghitung konsentrasi larutan ( Molaritas)
o Menjelaskan pengertian laju reaksi
o Menganalisis faktor – faktor yang mempenngaruhi laju reaksi
I. Materi Pembelajaran
- Konsentrasi larutan ( Molaritas)
- Pengenceran larutan
- Definisi laju reaksi
- Faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaksi
II. Metode Pembelajaran
o Diskusi Informasi
o Demontrasi
o Eksperimen
III. Langkah – langkah Pembelajaran
Pertemuan ke 1:
A. TATAP MUKA (10 Menit )
- Apresiasi pengertian larutan dan massa molar
- Melakukan demontrasi pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 Menit)
- Mendiskusikan dan menyimpulkan hasil demontrasi
C. TUGAS MANDIRI
- Membuat laporan hasil diskusi
Pertemuan ke 2 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
- Pembagian kelompok praktikum
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 Menit)
- Melakukan eksperimen tentang faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
- Mendiskusikan dan menyimpulkan hasil eksperimen.
C. TUGAS MANDIRI
- Membuat Laporan hasil percobaan
- Mengerjakan soal latihan dari buku tugas mandiri 7 (Hal 103)
IV. Alat / Bahan / Sumber :
o Buku kimia
o Alat dan bahan (terlampir)
o
V. Penilaian
o Jenis Tagihan : tugas individu
Laporan hasil praktikum
Mengetahui Purwokerto
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Kimia
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Program / Semester : XI / IPA / 1
Pertemuan :
Alokasi waktu : 10 x 45 menit.
Standart Kompetensi : 3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia dan faktor yang mempengaruhinya serta penerapannya dalam kehidupan sehari – hari dan industri.
Kompetensi Dasar : 3.2. Memahami teori tumbukan untukmenjelaskan faktor – faktor penentu laju dan arah reaksi serta terapannya dalam kehidupan sehari - hari.
Indikator :
o Menjelaskan pengaruh konsentrasi, luas permukaan dan suhu terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan
o Membedakan diagram energi aktifasi dari reaksi dengan menggunakan katalis dan tidak menggunakan katalis.
o Menjelaskan pengertian peranan katalis dan energi aktifasi dengan menggunakan diagram.
o Menentukan orde reaksi berdasarkan data percobaan
o Menentukan persamaan laju reaksi
o Menentukan harga tetapan laju reaksi (k)
o Menjelaskan peranan katalis dalam makhluk hidup dan industri
I. Tujuan Pembelajaran
o Dapat menjelaskan pengaruh konsentrasi, luas permukaan dan suhu terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan
o Dapat membedakan diagram energi aktifasi dari reaksi dengan menggunakan katalis dan tidak menggunakan katalis.
o Dapat menjelaskan pengertian peranan katalis dan energi aktifasi dengan menggunakan diagram.
o Dapat menentukan orde reaksi berdasarkan data percobaan
o Dapat menentukan persamaan laju reaksi
o Dapat menentukan harga tetapan laju reaksi (k)
o Dapat menjelaskan peranan katalis dalam makhluk hidup dan industri
II. Materi Pembelajaran
o Teori tumbukan
o Pengaruh katalisator
III. Metode Pembelajaran
o Diskusi kelompok
IV. Langkah – langkah Pembelajaran
Pertemuan ke 1 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
o Apresiasi faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaksi
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 Menit)
o Diskusi kelompok mengenai teori tumbukan dan katalisator
o Menyimpulkan hasil diskusi
C. TUGAS MANDIRI
- Mengerjakan soal latihan dari buku tugas mandiri 8 (Hal 123-125)
Pertemuan ke 2 s/d 4 :
A. TATAP MUKA (30 Menit )
o Pre test pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi (10’)
o Menyajikan data hasil percobaan (20’)
B. TUGAS TERSTRUKTUR (80 Menit)
o Menganalisis data hasil percobaan (80’)
o Mendeskripsikan pengertian orde reaksi (160’)
C. TUGAS MANDIRI
o Pemberian tugas mengenai persamaan laju reaksi dan orde reaksi.
Pertemuan ke 5 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
o Pre test pengaruh katalis terhadap laju reaksi
B. TUGAS TERSTUKTUR (80 Menit)
o Diskusi kelompok tentang peranan katalis dalam makhluk hidup dan industri
o Menyimpulkan hasil diskusi
C. TUGAS MANDIRI
- Menuliskan jenis-jenis katalis dalam stubuh manusia dan menjelaskan peranannya.
V. Alat / Bahan / Sumber :
o Buku kimia
VI. Penilaian
o Jenis Tagihan : tugas individu
o Performans ( kinerja dan sikap )
Mengetahui Purwokerto
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Kimia
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Program / Semester : XI / IPA / 1
Pertemuan :
Alokasi waktu : 4 x 45 menit.
Standart Kompetensi : 3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia dan faktor yang mempengaruhinya serta penerapannya dalam kehidupan sehari – hari dan industri.
Kompetensi Dasar : 3.3.Menjelaskan kesetimbangan dan faktor – faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan dengan melakukan percobaan.
Indikator :
o Menjelaskan kesetimbangan dinamis
o Menjelaskan kesetimbangan homogen dan heterogen
o Menentukan rumusan tetapan kesetimbangan
o Meramalkan arah pergerseran kesetimbangan dengan menggunakan asas Le Chatelier
o Menganalisis pengaruh perubahan suhu, konsentrasi, tekanan, dan volume pada pergeseran kesetimbangan melalui percobaan
Tujuan Pembelajaran
o Dapat menjelaskan kesetimbangan dinamis
o Dapat menjelaskan kesetimbangan homogen dan heterogen
o Dapat menentukan rumusan tetapan kesetimbangan
o Dapat meramalkan arah pergerseran kesetimbangan dengan menggunakan asas Le Chatelier
o Dapat menganalisis pengaruh perubahan suhu, konsentrasi, tekanan, dan volume pada pergeseran kesetimbangan melalui percobaan
I. Materi Pembelajaran
o Kesetimbangan dinamis
o Faktor – faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan
II. Metode Pembelajaran
o Diskusi kelompok
o Tanya jawab
o Eksperimen
III. Langkah – langkah Pembelajaran
Pertemuan 1 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
Motivasi dan Apersepsi
B. TUGAS TERSTUKTUR (80 Menit)
o Diskusi kelompok mengenai kesetimbangan dinamis
o Diskusi kelompok mengenai kesetimbangan homogen dan heterogen
o Membuat rumusan Kc dari reaksi kesetimbangan
o Menjelaskan berlakunya asas Le Chatelier
C. TUGAS MANDIRI
o Menyimpulkan hasil diskusi
Pertemuan 2 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
o Penjelasan dalam penggunaan dan Mempersiapkan alat dan bahan praktikum
B. TUGAS TERSTUKTUR (80 Menit)
o Eksperimen tentang pergeseran kesetimbangan
C. TUGAS MANDIRI
o Membuat laporan percobaan
IV. Alat / Bahan / Sumber :
o Buku kimia
o LKS
o Alat dan bahan percobaan
V. Penilaian
o Jenis Tagihan : tugas individu
o Performans ( kinerja dan sikap )
Mengetahui Purwokerto
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Kimia
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Program / Semester : XI / IPA / 1
Pertemuan :
Alokasi waktu : 12 x 45 menit.( 2 JP = UH)
Standart Kompetensi : 3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia dan faktor yang mempengaruhinya serta penerapannya dalam kehidupan sehari – hari dan industri.
Kompetensi Dasar : 3.4.Menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan.
Indikator :
o Menafsirkan data percobaan mengenai konsentrasi pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang untuk menentukan derajat disosiasi dan tetapan kesetimbangan
o Menghitung harga Kc berdasarkan konsentrasi zat dalam kesetimbangan
o Menghitung harga Kp berdasarkan tekanan parsial gas pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang.
o Menghitung harga Kc berdasarkan harga Kp atau sebaliknya
I. Tujuan Pembelajaran
o Dapat menafsirkan data percobaan mengenai konsentrasi pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang untuk menentukan derajat disosiasi dan tetapan kesetimbangan
o Dapat menghitung harga Kc berdasarkan konsentrasi zat dalam kesetimbangan
o Dapat menghitung harga Kp berdasarkan tekanan parsial gas pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang.
o Dapat menghitung harga Kc berdasarkan harga Kp atau sebaliknya
II. Materi Pembelajaran
o Hubungan kuantitatif antara pereaksi dan hasil reaksi dari reaksi kesetimbangan
III. Metode Pembelajaran
o Diskusi kelompok
o Tanya jawab
IV. Langkah – langkah Pembelajaran
Pertemuan 1 dan 2 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
Motivasi dan Apersepsi
B. TUGAS TERSTUKTUR (80 Menit)
o Diskusi kelompok mengenai konsentrasi pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang untuk menentukan derajat disosiasi dan tetapan kesetimbangan
o Menyimpulkan hasil diskusi
C. TUGAS MANDIRI
o Mengerjakan soal latihan dari buku tugas mandiri 11 (Hal 154-155)
Pertemuan 3 ,4 dan 5 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
o Motivasi dan Apersepsi
B. TUGAS TERSTUKTUR (80 Menit)
o menghitung harga Kp berdasarkan tekanan parsial gas pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang
o menghitung harga Kc berdasarkan konsentrasi zat dalam kesetimbangan
o Dapat menghitung harga Kp berdasarkan tekanan parsial gas pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang C. TUGAS MANDIRI
C. TUGAS MANDIRI
V. Alat / Bahan / Sumber :
o Buku kimia dan LKS
VI. Penilaian
o Jenis Tagihan : tugas individu, Ulangan Harian
Mengetahui Purwokerto
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Kimia
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Program / Semester : XI / IPA / 1
Pertemuan :
Alokasi waktu : 4 x 45 menit.
Standart Kompetensi : 3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia dan faktor yang mempengaruhinya serta penerapannya dalam kehidupan sehari – hari dan industri.
Kompetensi Dasar : 3.5. Menjelaskan penerapan prinsip kesetimbangan dalam kehidupan sehari – hari dan industri
Indikator :
o Menjelaskan kondisi optimum untuk memproduksi bahan – bahan kimia di industri yang didasarkan pada reaksi kesetimbangan
I. Tujuan Pembelajaran
o Dapat Menjelaskan kondisi optimum untuk memproduksi bahan – bahan kimia di industri yang didasarkan pada reaksi kesetimbangan
II. Materi Pembelajaran
o Proses Haber Bosch dan proses kontak
III. Metode Pembelajaran
o Diskusi kelompok
o Tanya jawab
IV. Langkah – langkah Pembelajaran
Pertemuan 1 :
A. TATAP MUKA (10 Menit )
Pre test faktor – faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan
B. TUGAS TERSTUKTUR (80 Menit)
o Diskusi kelompok mengenai kondisi optimum untuk memproduksi bahan – bahan kimia di industri berdasarkan pada reaksi kesetimbangan
o Menyimpulkan hasil diskusi
C. TUGAS MANDIRI
o Membuat laporan hasil diskusi
V. Alat / Bahan / Sumber :
o Buku kimia
o LKS
VI. Penilaian
o Jenis Tagihan : tugas individu
Ulangan Harian
Mengetahui Purwokerto
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Kimia
Dra. Sri Supriyanti, M.Pd. Agus Hardiyanto
NIP. 130899211 NIP. 131906987
Langganan:
Postingan (Atom)